Jaga Kebersamaan Umat

Endang/Bengkulu Ekspress
Kakanwil Kemenag saat memotong tumpeng dan diserahkan mantan kakanwil kemenag, Drs. Muktaridi Baijuri yang sudah pensiun.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Kantor wilayah Kementerian Agama Bengkulu, memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-73 di MAN 2 Kota Bengkulu. Peringatan HAB mengangkat tema ” Jaga Kebersamaan umat dan bersih melayani”. Upacara dipimpin oleh Kakanwil Kemenag Drs H Bustasar MS M.Pd.00 Dihadiri kepala KUA, ASN dijajaran kemenag se-kota Bengkulu, serta pelajar madrasah mulai tingkat Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah.

Dalam sambutan menteri Agama yang dibacakan oleh Kakanwil Agama Bengkulu, Drs H Bustasar MS M.Pd menuturkan, Kementerian agama dibentuk dan ditugaskan untuk menjaga dan mengembangkan kualitas pendidikan agama di Indonesia sesuai dengan pancasila.

Ia juga menyigung peringatan HAB ke-73 sebagai hari bersejarah Kemenag dirasakan dalam kesederhanaan, karena berempati beberapa daerah di Indonesia yang terkena musibah.

Disingung isu agama yang dikaitkan pada politik ini akhir-akhir ini tak ditampiknya, diterangkan Bustasar masyarakat diminta bijak, ia meyakini jika masyarakat sudah terajut kebersamaan dan bersama-sama menjaga keutuhan bangsa dan negara, maka pelaksanaan pemilu 2019 akan aman. “Jangan saling melukai hati, ASN Kemenag harus jadi perekat untuk menjalin dalam kebhinekaan dan menjadi teladan.Mari merajut kebersamaan antar umat beragama,” pintanya.

Peringatan HAB dilakukan untuk mewujudkan supremasi nilai keagamaan dan roh pembangunan kemajuan bangsa.
Agama sangat peka, maka pentingnya kematangan cara berpikir untuk menjaga kerukunan beragama dan modernisasi kerukunan beragama. “Di daerah kita sudah koordinasi dengan gubernur untuk merajut kebersamaan baik antar instansi, Organisasi Perangkat daerah, ” katanya.

Diusianya yang ke-73, masih banyak Pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, ditahun 2019 ini seluruh kementerian agama harus meningkatkan program prioritas pelayan publik bidang agama, “mulai layanan pendidikan, layanan tata kelola pembangunan,” tukasnya. (247)