Jaga Hutan TNKS, Desa Sungai Lisai Buat Perdes

ERICK/BE
BERADA : Desa Sungai Lisai Kecamatan Pinang Berlapis yang berada di kawasan hutan TNKS, siap mempertahankan keasrian hutan dengan membuat Perdes.

LEBONG, bengkuluekspress.com – Lindungi hutan yang masuk di wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di sekeliling Desa Sungai Lisai Kecamatan Pinang Berlapis, Pemerintah desa (Pemdes) Sungai Lisai buat Peraturan Desa (Perdes). Kepala Desa (Kades) Sungai Lisai, Hajron, mengatakan bahwa seluruh masyarakat Desa Sungai Lisai memiliki komitmen untuk menjaga karifan hutan yang masuk diwilayah TNKS dari gangguan jahil orang-orang yang dapat merusak ekosistem yang ada di dalamnya.

“Kita secara swadaya, akan bersama-sama untuk menjaga TNKS yang ada di sekeliling kami,” jelasnya, kemarin (28/11).

Dimana untuk kepengurusan dalam melakukan penjagaan, sudah disiapkan. Bahkan untuk memperkuat dalam penjagaan dan memberikan sanksi bagi para pelanggar atau perusak hutan di kawasan TNKS, pihaknya juga membuat Perdes. “Saat ini sudah berbentuk draf dan tinggal kami cetak untuk dihadapkan ke bagian hukum,” sampainya.

Ditambahkan Kades, komitmen dalam menjaga hutan TNKS sendiri telah mereka lakukan sejak lama, namun dengan adanya pembentukan penjagaan serta Perdes, maka akan membantu masyarakat Desa Sungai Lisai sendiri. Apalagi saat ini jalan menuju sungai lisai sudah lebih bagus dari sebelumnya, sehingga akan mudah orang-orang masuk keluar Desa. “Menjaga hutan Merupakan komitmen kami sebagai masyarakat Desa Sungai Lisai,” sampainya.

Sementara itu, disinggung mengenai telah dibukanya akses jalan dari Desa Seblat menuju Desa Sungai Lisai dengan panjang 15 kilometer dan lebar 2 meter. Hajron mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong dan TNI melalui TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang telah membangun jalan menuju desa. “Alhamdulillah, jalan yang dibuka melalui TMMD sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Sungai Lisai,” ucapnya.

Sebelum dibuka, ketika warga akan keluar dari Desa Sungai Lisai,dengan berjalan kaki dan menempuh waktu selama 5 jam untuk sampai ke desa terdekat. Namun namun saat ini hanya butuh 30 menit perjalanan menggunakan kendaraan roda dua. “hanya 30 menit bisa saat ini jika cuaca tidak hujan, bisa balik hari dari Desa Sungai Lisai pergi ke Kota lebong dan kembali ke desa Sungai Lisai kembali,” ujarnya.

Selain itu, dengan dibukanya jalan akan sangat membantu perekonomian masyarakat Desa Sungai Lisai. Bahkan jika ada masyarakat yang sedang sakit, tidak perlu di tandu namun sudah bisa dinaikan di atas kendaraan roda dua. “Dulu sebelum jalan dibuka, ketika ada warga yang sakit, kami harus menandunya, namun saatini sudah bisa menggunakan kendaraan,” tutupnya.(614)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*