Jadilah Pemimpin Kharismatik

Iskandar Zulkarnain
Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional Kota Bengkulu

Di kalangan pengusaha atau PNS di Provinsi Bengkulu khususnya yang sudah lama berkecimpung di dunia agraria, jarang yang tidak kenal dengan nama Iskandar Zulkarnain. Pasalnya pria kelahiran Tanjung Raja (Sumsel), 30 September 1956 yang menjabat Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bengkulu ini, dikenal rendah hati, ramah, dan suka bergaul.

Dari rekam jejaknya, Iskandar mengawali karirnya dari seorang PNS biasa. Kemudian dipercaya sebagai Kasubsi Pengukuran dan Pemetaan di Kantor Agraria Kabupaten Bengkulu Utara pada tahun 1984. Lantas 5 tahun kemudian dia dipromosikan menjabat Kepala Seksi Pendaftaran Tanah dan Sistem Informasi Pertanahan di Kantor Wilayah BPN Provinsi Bengkulu.

Setelah itu, dia kembali ke Bengkulu Utara sebagai Kepala Seksi Pengukuran dan Pendaftaran Tanah pada Kantor Pertanahan. Lalu dimutasi kembali pada tahun 2003, dan dipercaya sebagai Kepala Seksi Pengukuran dan Pendaftaran Tanah pada Kantor Pertanahan Kota Bengkulu.

Profesionalitasnya dalam bekerja, membuahkan hasil berupa Piagam Penghargaan Setya Lencana Karya Stya 20 Tahun 2004 dari Presiden RI Megawati Soekarno Putri. Prestasinya itulah yang membuatnya diberikan amanah untuk memimpin Kepala Kantor BPN Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kepala BPN Kabupaten Bengkulu Utara. Kemudian sejak tahun 2011 ia dipercaya memimpin sebagai Kepala Kantor BPN Kota Bengkulu.

Suami dari Ny Hj Trisnawati sangat menyukai pekerjaannya. Ia merupakan seorang penengah yang handal. Itulah yang membuatnya selalu dipercaya memegang amanah sebagai pimpinan. Sudah banyak sengketa lahan yang dihadapinya dengan kepala dingin dan mampu diselesaikannya dengan baik. Meskipun terkadang sengketa itu membahayakan keselamatannya.

“Tak terhitung sudah berapa ancaman pembunuhan yang saya alami. Pernah suatu kali ada seorang ibu-ibu muda yang menghunuskan parangnya waktu saya disuruh mengukur tanah di salah satu tempat di kota ini. Waktu itu dengan tenang saya sarankan ibu itu untuk memikirkan dampak jangka panjang yang akan ia alami bila parangnya melukai saya. “Ibu akan dipenjara dan suami serta anak-anak ibu akan bersedih karenanya,” kata saya kepada ibu itu. Walhasil, emosinya pun mereda,” ujar Iskandar menceritakan pengalaman kerjanya.

Selain ancaman manusia, dalam menjalankan tugasnya ayah  2 orang anak ini juga pernah mendapat ancaman dari binatang buas. Khususnya ketika dia ditugaskan untuk mengecek lahan yang berada di hutan kawasan di Kabupaten Bengkulu Utara. Dia pernah bertemu beruang, beruk, hingga harimau Sumatera tatkala sedang menjalankan tugasnya tersebut. Namun Sarjana Institut Ilmu Pemerintahan Jakarta ini bersyukur, tak pernah sekalipun hewan-hewan buas tersebut pernah menyentuhnya.

“Saya pernah bertatap muka dengan harimau Sumatera. Tapi saya diajarkan orang tua kalau bertemu harimau, tatap matanya dan tunjukkan kening untuk memberikan tanda bahwa kita manusia tidak berniat mengganggunya. Alhamdulillah, meski sering bertemu harimau di hutan, saya tak pernah disentuh binatang buas itu,” paparnya.

Dalam menjalankan tugasnya, pria yang akan pensiun pada 1 Desember 2012 nanti ini mempunyai prinsip seorang pemimpin harus dapat mengayomi seluruh bawahannya. Karena menurutnya, jabatan sebagai seorang pemimpin adalah amanah untuk memberikan yang terbaik bagi semua orang yang dipimpin, bukan bagi diri sendiri, keluarga atau golongan tertentu saja. Baginya, pemimpin yang demikian itu akan memiliki kharisma, dan tanpa diminta, akan memperoleh penghormatan dari semua orang.

“Pemimpin itu harus punya kharisma yang diperoleh dari pelayanannya kepada semua orang. Apabila pemimpin itu punya kharisma, maka orang akan segan dan hormat kepadanya. Semua masalah yang dihadapi orang lain dapat diselesaikan tanpa berat sebelah. Jangan jadi pemimpin yang menggunakan jabatan untuk memperkaya diri, keluarga dan golongannya saja. Pemimpin seperti itu tak akan punya kharisma, malah akan terhina,” pesannya. (cw1)

Figur

Nama Lengkap    : Drs H Iskandar Zulkarnain
TTL                             : Tanjung Raja, 30 November 1956
Pangkat                    : Pembina Tk I (Gol IV/b)
Jabatan                    : Kepala Kantor BPN Kota Bengkulu
Agama                       : Islam

Riwayat Pendidikan    :
SD Negeri 11 Kertapati, Palembang
SMP IWKA Kertapati, Palembang
SMA Negeri II Palembang
Sarjana Muda Akademi Agraria Semarang Jurusan Pendaftaran Tanah
Sarjana Institut Ilmu Pemerintahan Jakarta

Riwayat Jabatan    :
PLH Kasubsi Pengukuran dan Pemetaan pada Kantor Agraria Kabupaten Bengkulu Utara 1984
Pjs Kasubsi Pengukuran dan Pemetaan pada Kantor Agraria Kabupaten Bengkulu Utara 1986
Kepala Seksi Pendaftaran Tanah dan Sistem Informasi Pertanahan pada Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Bengkulu 1989
Kepala Seksi Pengukuran dan Pendaftaran Tanah pada Kantor Pertanahan Kabupaten Bengkulu Utara 1996
Kepala Seksi Pengukuran dan Pendaftaran Tanah pada KAntor Pertanahan Kota Bengkulu 2003
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bengkulu Selatan 2004
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bengkulu Utara 2006
Kepala Kantor Pertanahan Kota Bengkulu 2011

Prestasi        :
Piagam Penghargaan Setya Lencana Karya Stya 20 Tahun dari Presiden RI (Nomor: 087/TK/Tahun 2004, Tanggal 24 Oktober 2004)

Isteri         : Ny Hj Trisnawati
Anak         : Dr Fresca Yudiman Utama
: Rizki Amelia Putri Amd