Jadi Tukang Cuci untuk Biaya Sekolah

 Kisah Bocah 11 Tahun

DSC_8501BINDURIANG, BE – Di saat teman seusianya sibuk mengisi hari-hari di luar sekolah dengan rutinitas bermain, Nasa Yusditira (11) warag Desa Air Apo Kecamatan Binduriang malah melakukan aktivitas yang berbeda. Anak pasangan Yas (50) dan Darmi (46) malah bekerja keras
sebagai buruh pencuci mobil dan motor di jembatan sungai Pisang Desa Air Apo.
Pekerjaan itu dilakukan Nasa hampir setiap hari, sepulang dari aktivitas belajar di sekolah di SDN 1 Binduriang. Pekerjan itu harus dilakukan Nasa karena orang tuanya hanya berptofesi sebagai buruh harian lepas kuli panggul kayu di salah satu panglong kayu, sedangkan ibunya hanya buruh tani di desa tempat tinggalnya.
Dari hasil keringatnya, bocah tersebut bisa mengantongi upah kerja sebesar Rp 15 ribu setelah bekerja sejak pukul 13.00 WIB hingga pukul 18 .00 WIB. Begitupun pada hari minggu dan tanggal merah, Nasa Yusdistira tetap bekerja dari pagi sampai larut malam dengan pendapatan Rp 25 ribu.
Nasa hanya dua bersaudara, Yudi yang tidak lain kakak kandungnya sudah merantau dan bekerja sebagai pelayan rumah makan di Kota Jambi. Meski pekerja keras, untuk soal nilai akademik Nada terbilang unggul dibanding teman-temannya yang lain.  Sejak duduk di kelas 2  hingga
kelas 4, Nasa selalu rangking 2, hingga duduk di kelas 5 tetap mendapatkan rangking 3, dan kini di kelas 6 mendapatkan rangking satu.
Nasa mengaku tidak terbeban dengan profesi yang dia lakukan, dan mengaku sangat berterima kasih bisa diberikan pekerjaan oleh pemilik usaha cucian kendaraan tersebut. “Uang hasil saya bekerja ini, untuk bantu mamak.  Sisanya ditabung untuk beli tas dan sepeda biar mudah ke sekolah dan pencucian kendaraan, serta untuk melanjutkan sekolah. Saya ingin jadi anak baik-baik, tidak ingin terlibat kenakalan yang akan merusak masa depan saya,” ungkap Nasa. (999)