Jadi Pengusaha Tak Mesti Punya Toko

RIO-BEKRAF DIGITAL ENTREPENEUR (3)
RIO/Bengkulu Ekspress
BEKRAF DIGITAL: Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Hari Santosa Sungkar bersama Anggota DPR RI, Dewi Coryati membuka kegiatan Bekraf Digital Entrepeneur, Senin (13/8).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Menjadi pengusaha menjadi impian bagi kebanyakan orang. Di tengah perkembangan teknologi digitalisasi saat ini, maka untuk menjadi pengusaha tidak mesti memiliki tempat dan modal besar. Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Hari Santosa Sungkari mengatakan, digilitalisasi memang harus dimanfaatkan secara masksimal, khususnya dalam memasarkan produk usaha.

“Jadi pengusahaa itu tidak perlu harus ada toko. Cukup di rumah saja kita bisa jualan. Ini yang harus dimanfaatkan oleh pengusahaa baru,” terang Hari kepada Bengkulu Ekspress usai menggelar Workshop Digital Enterpreneurship di Nala Hotel Bengkulu, kemarin (13/8).

Menurutnya, meski menjadi pengusaha baru, tentu teknik dan cara penjualaan harus dirancang secara matang. Sehingga produk yang dijual bisa laku. Baik untuk usaha kuliner, kerajinan, dan fashion yang dijual melalui cara digital.

“Cara pemasaran itu harus dipikirkan. Kalau hanya membuat produk, tapi tidak bisa memasakan, itu namanya celaka,” paparnya.

Di Bengkulu, lanjut Heri, ada beberapa produk unggulan dari berbagai macam, yang diyakini memiliki pangsa pasar tersendiri. Unutk itu, dalam membuat produk juga harus menyesuaikan kebutuhaan konsumen. Baik tampilannya hingga pelayanan konsumen.

“Sebagai contoh, produk yang akan dijual menggunakan kemasan yang harus bagus, tidak rumit, dan tidak hanya enak rasa tapi juga enak dipandang mata,” tambah Heri.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Dewi Coryati mengatakan, jarak bukan lagi menjadi hambatan untuk menjual produk lokal yang dihasilkan para pelaku UMKM. Sebab semua produk yang dihasilkan dari Bengkulu, seperti jeruk kalamansi, keripik gurita, gula semut, batik basurek, dan lain sebagainya, bisa dipasarkan melalui digital.

“Memasarkan produknya melalui digital menjadi langkah tepat. Tapi, apabila produk yang ingin dipasarkan tidak menarik, tentu peminatnya akan kurang,” ujar Dwi.

Ia berharap, melalui kegiatan yang dilaksanakan Bekraf ini dapat melahirkan pengusaha yang handal, minimal 30 persen dari peserta workshop. Apalagi ditambah dengan diikut sertakannya mahasiswa, diharapkan setelah lulus nanti tidak hanya semata-mata bercita-cita menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) saja, tetapi dengan ilmu yang diperoleh bisa menjadi pengusaha yang menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat Bengkulu.“Jangan hanya ingin menjadi PNS, karena menjadi pengusaha juga bisa sukses,” tutupnya. (151)