Jadi Korban Bully di Grup WA

Anita (34) korban bully di grup WA saat memberikan keterangan kepada awak media usai melapor ke SPKT Polres Rejang Lebong Rabu (26/2) siang kema.

CURUP, Bengulu Ekspress – Percakapan di grup WhatsApp para MC di Kota Curup berujung pelaporan ke pihak kepolisian. Hal tersebut setelah salah satu ASN yang juga berprofesi sebagai MC di Kota Curup tidak terima dan merasa menjadi korban bully grup WA yang bernama CMC Management.

ASN yang melaporkan isi percakapan tersebut adalah Anita Melina Febriyanti, SE (34) yang saat ini bertugas di Dinas Pariwisata Kabupaten Rejang Lebong. Sedangkan yang dilaporkan adalah A yang merupakan admin di grup tersebut dan juga admin salah satu akun media sosial di Rejang Lebong.

“Untuk tahap awal ini baru satu orang yang saya laporkan, namun nanti setelah proses di pihak kepolisian, ada penambahan itu tidak menutup kemungkinan,” sampai Anita usai membuat laporan di SPKT Polres Rejang Lebong Rabu (26/2) siang.

Menurut Anita ia belum mengetahui pasti penyebab ia menjadi korban bully di grup tersebut. Padahal menurutnya, ia sama sekali tidak mengenal dan ia hanya tahu terlapor dari media sosial saja.

Menurut Anita, apa yang disampaikan oleh terlapor di dalam grup tersebut sangat menyerang dirinya, dimana banyak kata yang menyerang dirinya secara pribadi maupun profesinya. Beberapa percakapan yang dianggapnya melecehkan tersebut seperti disebut bandit, gundik kemudian disebut memakan uang haram.

Dijelaskan Anita, ia mengetahui telah menjadi korban bully di grup tersebut pada 22 Februari lalu, ia diberi tahu salah satu rekannya yang tergabung dalam grup tersebut.

Mengetahui ia telah menjadi korban bully, ia sudah beberapa kali melakukan koordinasi dengan Polres Rejang Lebong.”Setelah melakukan koordinasi baik dengan pihak kepolisian maupun kantor suami saya berdinas, maka hari ini saya melaporkan kejadian yang menimpa saya ini,” paparnya.

Dengan dilaporkannya kasus tersebut ke Polres Rejang Lebong, Anita berharap proses hukumnya bisa berjalan sampai tuntas, hal tersebut penting, karena menurut Anita proses hukum tersebut bisa menjadi bahan pembelajaran dan memberikan efek jera bagi para pelaku bully lainnya. Terlebih lagi menurut Anita saat ini siapa saja bisa menjadi korban bully.

“Hingga saat ini belum ada niat saya untuk berdamai dan saya minta laporan saya ini bisa berlanjut sehingga bisa menjadi pembelajaran dan efek jera bagi para pelaku bully, dan bisa membuat kita lebih hati-hati dalam berbicara,” demikian Anita. (251)