Jadi Korban Asusila, Lapor Polda

Kabid Humas
Kabid Humas
AKBP Sudarno SSos MH

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Orang tua mana yang mau jika anaknya menjadi korban asusila atau persetubuhan anak dibawah umur, hal inilah yang dialami korban sebut saja namanya Kuntum (14), warga Kota Bengkulu. Orang tua korban resmi melaporkan kasus tersebut ke Polda Bengkulu tanggal 12 Desember 2018 lalu.

Berdasarkan data yang terhimpun Bengkulu Ekspress, korban yang masih terbilang anak-anak atau masih dibawah umur tersebut dipaska oleh terlapor berinisial WH untuk melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri, namun saat itu korban menolak sehingga terlapor pun memaksanya.

Korban yang masih kecil pun tidak sanggup untuk menolak dan melawan akhinrya pasrah sehingga terlapor leluasa melakukan aksi bejadnya tersebut yakni menyetubuhi korban sebanyak satu kali. Setelah melakukan aksi bejadnya tersebut terlapor pun pergi meninggalkan korban.

Orang tua korban yang mengetahui kejadian tersebut pun tidak bisa terima dan tinggal diam, ia pun melaporkan kasus tersebut ke Polda Bengkulu agar terlapor dalam kasus ini bisa mempertanggungjawabkan atas perbuatannya di mata hukum dan sesuai peraturan perundang-undangan yang ada.

Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Coki Manurung SH MHum melalui Kabid Humas, AKBP Sudarno SSos MH membenarkan terkait laporan tersebut dan sejauh ini masih ditindak lanjuti oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Bengkulu dan akan segera memeriksa korban serta saksi-saksi jika ada yang mengetahui kasus tersebut apalagi ini korbannya masih anak dibawah umur.



“Yang jelas, laporan korban sudah masuk ke kita dan sekarang Unit PPA Polda Bengkulu masih mempelajari dan memeriksa korban dan bukti-bukti yang ada, sebab kasus ini sangat rentah mengganggu psikis dari korban yang masih anak-anak tersebut,” tuturnya kepada Bengkulu Ekspress.

Selain itu, ia menghimbau kembali kepada seluruh orang tua, untuk lebih peka dan peduli lagi dengan pergaulan anak selama di sekolah maupun diluar sekolah, harus lebih peduli dan lebih ekstra perketat pengawasan terhadap anak-anaknya karena sekarang ini pelaku kejahatan seksual seperti ini masih sangat sering terjadi.

“Pesan kita harus tingkatakan kewaspadaan dan kepedulian terhadap tumbuh kembang dan pergaulan anak kita, cari tahu siapa saja teman anak kita dan siapa saja orangnya, karena itu salah satu mencegah agar kasus seperti ini tidak terjadi lagi terutama diProvinsi Bengkulu,” tutupnya. (529)