Jadi Binaan PDGI, SDN 1 Gelar Sikat Gigi Massal

Foto Bersama PDGI dan Guru SDN 1 Kota Bengkulu di Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia

BENGKULU, Bengkuluekspress.comРMemperingati hari kesehatan mulut dan gigi se-Dunia  (World Oral Health day) Jumat (20/3), Sekitar 350 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Kota Bengkulu menggelar aksi sikat gigi massal di halaman sekolah mereka . Aksi sikat gigi massal yang juga sebagai rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) Harian Bengkulu Ekspress (BE) yang ke -10 ini merupakan bentuk kerja sama PDGI dengan 2 sekolah binaan mereka yakni SD N 1 dan SDIT Iqra 1 Kota Bengkulu .

Demi menjaga kesehatan mulut dan gigi siswa di SDN 1 Kota Bengkulu, PDGI menurunkan 35 dokter gigi dan 15 perawat gigi. Siswa diajarkan bagaimana menyikat gigi yang baik dan benar yang disimulasikan oleh perwakilan PDGI cabang Bengkulu.

Menurut drg Adi Fitridin M Kes, berdasarkan pantauan sekilas, masih sekitar 50 persen siswa SDN 1 Kota Bengkulu belum mengetahui bagaimana menyikat gigi dengan baik dan benar.

“Maka dari itu mereka membimbing para siswa untuk menyikat gigi dengan teknik yang benar.” tuturnya.

Tak sampai di sini aksi sikat gigi massal berlanjut dengan observasi selama 21 hari. Para Dokter Gigi bertugas mengawasi siswa melalui kerja sama orang tua dan guru. Siswa diberikan stiker yang ditempel sesudah menyikat gigi di dua waktu berbeda, yakni pada pagi dan malam hari.

Observasi selama 21 hari ini juga sebagai aksi pencegahan Karies pada gigi anak-anak. Karies merupakan penyakit infeksi yang merusak struktur gigi. Penyakit ini bisa menyebabkan gigi berlubang

“Kita pantau perubahan sikap siswa dalam rangka penurunan angka DMF-T yang menggambarkan banyaknya karies yang diderita seseorang dihitung per gigi. Misal karies yang diderita anak ada 2 gigi, setidaknya, melalui program ini kita bisa menurunkan karies menjadi 1 gigi,” terang Adi kepada BE.

Masih menurut Adi, dengan menunjuk SD N 1 dan SDIT Iqra 1 Kota Bengkulu sebagai sekolah binaan tentunya belum bisa menggambarkan keadaan kesehatan mulut pada anak di Provinsi Bengkulu. Karena dua sekolah ini merupakan sekolah unggulan. Ia berharap bisa membina sekolah yang bukan sekolah unggulan.

“Tahun depan, PDGI berencana akan membina sekolah yang bukan sekolah unggulan agar kita tahu fakta sebenarnya kesehatan mulut dan gigi siswa di Provinsi Bengkulu,” tandas Adi.

Sementara itu, Sugiran SPd guru SDN 1 yang mengkoordinir acara ini, mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh PDGI cabang Bengkulu. Ia mewakili SDN 1 merasa senang bisa menjadi sekolah binaan PDGI karena bisa memberikan dampak positif.

“Kita akan mendukung PDGI dengan kerja sama antara guru dan orang tua siswa SDN 1 demi meningkatkan kesehatan mulut dan gigi anak dengan mendahulukan sikap preventif,” bebernya. (adw)