Jabatan Camat Lembak “Dilelang”

IMG_3092BINDURIANG, BE – Bupati Kabupaten Rejang Lebong, H Suherman SE MM, meminta tokoh masyarakat di Lembak, mencari putra daerah di wilayah eks kewedanan Padang Ulak Tanding (PUT) tersebut, untuk dipercaya menjabat sebagai camat.  “Silakan kalau ada putra daerah asli Lembak, yang ingin menjadi camat, diajukan kepada kami.  Namun harus memenuhi syarat dan kepangkatan agar tidak melanggar aturan,” tegas bupati, Rabu (6/2).

Pernyataan itu disampaikan Bupati, menanggapi keluhan presidium Kabupaten Lembak terhadap para camat di wilayah Lembak yang tidak tinggal di Lembak, bahkan jarang ada di tempat. “Saya akui ada camat yang jarang ada di wilayah Lembak, atau tinggal di Lembak.  Jadi silakan kami beri kesempatan kepada putra daerah asal Lembak untuk menduduki jabatan tersebut,” kata bupati.

Ketua Presidium Lembak, Ishak Zaidin dalam sarasehan unsur forum koordinasi pimpinan daerah (FKPD) dan komponen masyarakat, di kantor Kecamatan Binduriang menyampaikan keluhan, terhadap camat serta guru dan tenaga kesehatan yang tinggal di Kota Curup, namun bertugas di wilayah Lembak.  “Seharusnya setiap pejabat yang ditempatkan di wilayah Lembak, harus tinggal di Lembak. Kenyataan saat ini berbeda, dimana camat tinggal di wilayah Curup dan jarang ditempat. Bagaimana mau berkoordinasi,” keluh Ishak.

Selain Camat, sambung Ishak, para guru dan tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah Lembak juga kebanyakan tinggal di Kota Curup, namun bertugas di wilayah Lembak, sehingga pelayanan pendidikan dan kesehatan tidak berjalan maksimal. “Saya lihat kalau pagi hari semua PNS kumpul mencari kendaraan umum di Sukaraja dan Pasar Atas.
Sampai bertugas sudah siang hari, bagaimana anak-anak kami mau pintar,” tutur Ishak.

Di bagian lain, Kepala Dinas Pendidikan RL Syafewi menambahkan, pihaknya sudah melakukan upaya optimal untuk memeratakan para guru di wilayah 7 kecamatan Lembak, seperti saat penerimaan CPNS formasi guru, bahkan para guru yang sudah bersertifikasi.  “Namun kami mohon maaf, sebagaian besar guru yang bertugas meminta untuk pindah, karena alasan keamanan. Kami tidak bisa memaksa, meski kami sudah berupaya mempertahankan agar para guru tersebut tetap bertugas di Lembak, sedangkan syarat usulan kepindahan mereka sudah lengkap,” terang Syafewi.

Karena itu, Syafewi berharap, masyarakat bisa menjaga para guru agar bisa nyaman bertugas memberikan pendidikan di wilayah Lembak. Begitu juga dengan tenaga kesehatan yang ada. “Tolong beri pengertian, kalau guru dan tenaga kesehatan yang ada tersebut ditugaskan di Lembak untuk mengajak para siswa dan untuk tenaga kesehatan tentunya untuk memberikan pelayanan kesehatan masyarakat, ini tolong dijaga,” pinta Syafewi. (999)