Izin Lengkap, Segel PLTU Dibuka

BUKA : Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bengkulu membuka segel yang dilakukan kepada PT. Shinohydro karena telah melengkapi perizinan pembangunan PLTU Teluk Sepang.
BUKA : Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bengkulu membuka segel yang dilakukan kepada PT. Shinohydro karena telah melengkapi perizinan pembangunan PLTU Teluk Sepang.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Penyegelan terhadap kantor PT. Shinohydro Corporation Limited di kompleks proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batu Bara di Kelurahan Teluk Sepang, Kota Bengkulu, 3 Januari lalu, kemarin dibuka. Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bengkulu membuka segel tersebut karena seluruh masalah perizinan sudah lengkap.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bengkulu, Syafriandi, mengatakan, pada intinya pihakya menginginkan seluruh investor masuk ke Kota Bengkulu, namun dengan catatan seluruh prosedur dilalui.

“Kemarin sebenarnya kita tidak menginginkan dilakukannya penyegelan. Tetapi itu harus kita lakukan supaya pihak Shinohydro mengurus izin, alhamdulillah hari ini izin mereka sudah keluar dan silahkan beroperasi untuk membangun kota ini bersama-sama,” kata Syafriandi.

Diungkapkannya, dengan adanya penyegelan ini diharapkan kedepan seluruh investor, masyarakat dan lainnya jika ada pembangunan silahkan lalui proses perizinan sesuai dengan aturan yang berlaku ke Dinas PUPR dan Dinas terkait lainnya.

Ia mengatakan, sebelum menyegel bangunan itu, Dinas PUPR sudah berulangkali meminta pihak perusahaan mengurus izin.

Bahkan surat teguran pun sudah dilayangkan kepada perusahaan tersebut dan dibalas dengan pernyataan akan segera mengurus izin. “Ini contoh bagi investor yang akan masuk ke Kota Bengkulu, tentunya kita harus menghargai aturan dan izin yang berlaku. Jangan sampai hal tersebut terjadi lagi pada perusahaan-perusahaan lainnya yang ada di Kota Bengkulu,” tegasnya.

Terpisah, Project Manager PT. Sinohydro, Bhozhang Ifang, menjelaskan bahwa pelepasan penyegelan ini sangat dinanti pihaknya yang saat ini sudah melakukan kegiatan. Bahkan setelah mendapatkan izin, pihaknya kedepan akan mematuhi segala aturan yang ada di Indonesia terutama yang ada di Kota Bengkulu.

“Kedepan kita akan menjalin hubungan baik dengan Pemerintah Kota Bengkulu dan berkomunikasi dengan baik lagi demi kelancaran proyek ini,” ucap Bhozhang melalui juru bicaranya Santi kepada wartawan kemarin.

Dikatakannya, pembangunan proyek PLTU Teluk Sepang berkapasitas 2 x 100 Megawatt yang dikerjakan oleh PT. Tenaga Listrik Bengkulu (TLB) dengan sub-kontrak ke PT Sinohydro ini untuk masyarakat Bengkulu. “Untuk target operasi kita targetkan akan selesai pada akhir tahun 2019 mendatang. Mudah-mudahan proyek pekerjaan PLTU ini bisa segera dinikmati masyarakat Bengkulu,” pungkas pria berkewarganegaraan asing ini. (777)