Isu ISIS Membingungkan

KEPAHIANG, BE – Sebagian masyarakat Kabupaten Kepahiang mengalami kebingungan dengan isu Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS). Hal tersebut terungkap dalam sosialisasi Pengawas Aliran Kepercayaan (Pakem) Provinsi Bengkulu di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang waktu lalu.
Salah seorang tokoh masyarakat Desa Karang Anyar, Suherman mengaku, di desanya kerap kedatangan musafir yang tidak jelas asal-usulnya. “Terkadang mereka itu berpamitan untuk menumpang menginap di mesjid desa. Orang-orang itu biasanya menggunakan sorban serta ilmu dalam bidang Islam sangat baik,” ungkap Suherman.
Namun, lanjut Suherman, kelihatannya mereka itu Islam bergaris keras, dengan demikian dirinya serta masyarakat desa tidak tahu sama sekali mereka itu seperti apa, termasuk alirannya. “Meskipun demikian kami tidak berani menjustice jika mereka itu ISIS, mengingat kami selaku masyarakat tidak tahu sama sekali soal ISIS. Maka dari itu ada baiknya
dijelaskan ciri-ciri ISIS itu sendiri,” katanya.
Senada juga dikatakan Imam Mesjid desa Tabat Belet, Marzuki. Orang-orang yang menggunakan sorban juga kerap datang didesanya, dan terkadang mereka itu menerapkan kehidupannya dengan mengikuti sunah rasul. “Misalkan duduk saja, mereka menggunakan adab. Begitu juga dengan aktifitas lainnya. Memang dalil mereka menerapkan itu cukup masuk akal bagi kami, tapi itu tadi karena keterbatasan pengetahuan kami, kami tidak tahu mereka itu aliran apa,” ujar Marzuki.
Sementara itu, Ketua MUI Provinsi Bengkulu, Rohimin menjelaskan, ISIS merupakan salah satu paham beraliran radikal, dan cukup membayakan bagi keberlangsungan suatu bangsa. “Ciri mereka diantaranya selalu ingin cepat terjadinya perubahan, ada klaim kebenaran sendiri, ada
kekerasan sehingga berujung peperangan. Selain itu juga ekstrim, fundamentalis, militan dan anti barat, intoleran serta anti pemerintah yang sah,” katanya. (505)