Istighotsah Menuju 2014 Lebih Baik

DENDI - Suasana Istighosah Kubro penyambutan tahun baru 2014 di Lapangan Merdeka, Selasa kemarin (11)BENGKULU, BE – Menutup tahun 2013, Selasa (31/12) kemarin, Pemerintah Provinsi Bengkulu bekerjasama dengan Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor menggelar Istighotsah Kubro di Lapangan Merdeka, Kota Bengkulu. Istighotsah ini diisi dengan ceramah kebangsaan oleh mantan Ketua Umum Nahdatul Ulama, Dr KH Hasyim Muzadi.
Istighosah ini dihadiri Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (FKPD) Provinsi Bengkulu, H Al-Habib Nusron Wahid dan Hamid Jafar Al Qodri serta puluhan ribu jemaah yang datang dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu.  Dalam sambutannya, Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah SAg MPd mengungkapkan, istighotsah tersebut bertujuan berdoa dan meminta pertolongan Allah agar 2014 lebih dari tahun 2013.
“Kita akui di tahun 2013 masih banyak kekurangan dan kesalahan yang kita lakukan, untuk itu kita berdoa bersama, mudah-mudahan kesalahan yang sama tidak terulang lagi pada tahun 2014,” ungkap gubernur.
Selain itu, ia juga mengingatkan 3 hal agar tahun 2014 tidak begitu saja berlalu tanpa makna dan arti. Ketiga hal tersebut, yakni jangan sia-siakan kesempatan untuk berbenah diri dan berbuat baik, manusia harus merubah  nasibnya sendiri karena Allah tidak akan merubah nasib suatu golongan atau kaum, dan bekerja keras dan berdoa.
“Mari kita berdoa, agar kita diselamatkan dari berbagai bencana, baik bencana yang melanda diri sendiri maupun Provinsi Bengkulu ini,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua DPW gerakan Pemuda Ansor, M Soleh menyatakan istighotsah itu terlaksana sebagai bentuk bentuk bahwa Ansor tidak menentang pemerintahan Junaidi Hamsyah. Menurutnya, Ansor tidak pernah menentang pihak pemerintahan siapapun selagi pemerintahan tersebut dilaksanakan dalam koridor hukum yang berlaku.  “Yang ditantang Ansor adalah pelaku korupsi,” tegasnya.
M Soleh juga menyebutkan, Ansor anti kekerasan dan Ansor selalu berupaya menyatukan umat manusia, mencintai perdamaian dan mencegah terjadinya konflik horizontal.  “Ansor merupakan anak kandung Nahdatul Ulama (NU) yang memiliki visi dan misi mengamankan negara berdasarkan pancasila dan UUD 1945,” paparnya.
Di bagian lain, Dr KH Hasyim Muzadi dalam ceramahnya menyampaikan bahwa manusia itu tidak memiliki daya dan upaya, manusia adalah mahluk yang paling lemah sehingga membutuhkan pertolongan Allah agar bisa mempertahankan kehidupannya.  “Jangan sombong dan angkuh, karena manusia itu adalah makhluk yang paling lemah dan tidak memiliki apapun, kecuali atas pemberian Allah,” pesannya. (400)