Isra’ Mi’raj Minim Pejabat

RIO-PERINGATAN ISRA MIRAJ PEMPROV (15)
BENGKULU, BE – Pemerintah Provinsi Bengkulu bekerjasama dengan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Bengkulu dan pengurus Masjid Raya Baitul Izzah, pagi kemarin (25/5) memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, di Masjid Raya Baitul Izzah Padang Harapan Kota Bengkulu. Hanya saja Isra’ Mi’raj yang menghadirkan ustadz Drs Mabrursyah SPdI SIPI MHI dari STAIN Curup ini sepi dari pejabat Pemprov.  Baik pejabat eselon III maupun eselon IV tampak hanya beberapa orang saja yang hadir. Selebihnya kegiatan tahunan Pemprov tersebut hanya dipadati pelajar MTs dan MAN yang dikerahkan Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu.
Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Bengkulu, H Suardi Abbas SH MH sangat menyayangkan hal tersebut.
“Dari Dinas atau SKPD minim sekali yang hadir, padahal hari besar ini bukan milik Kanwil Kemenag, tapi milik kita semua,” kata Suardi juga Kepala Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu ini.
Namun demikian, ia tetap menaruh harapan besar agar pada peringatan Isra’ Mi’raj tahun-tahun mendatang lebih banyak diikuti oleh pejabat atau PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu. “Kalau yang hadir setiap SKPD sekitar 30 orang saja, maka masjid ini akan penuh. Kenyataannya yang datang hanya beberapa orang saja, bahkan Kepala SKPD pun ada yang tidak hadir. Kami harap tahun depan mari kita gerakkan para pejabat dan PNS Pemprov untuk mengikuti kegiatan ini,” harapnya.
Sementara itu, Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah enggan menyorot minimnya kehadiran pejabat dan PNS Pemprov tersebut.  Ia hanya berharap peringatan Isra’ Mi’raj tersebut dapat meningkatkan ibadah seiring dengan waktu menjelang bulan Suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari.  “Saya berharap dari peringatan Isra’ Mi’raj ini dapat meningkatkan ibadah kita kepada Allah SWT, karena kita sendiri mau memasuki bulan puasa 18 Juni besok,” harapnya.
Di bagian lain, dalam ceramahnya Ustad Mabrursyah menyampaikan tentang ajaran tauhid. Salah satunya dengan banyak-banyak mengucapkan kalimat Laa ilaa ha illallaah, untuk semakin memantapkan iman di hati. Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj tidak datang secara tiba-tiba, melainkan ada historis dan sejarahnya.  Pertama Rasulullah diboikot oleh Bani Hamsyim selama 3 tahun, dan kedua, tahun itu disebutkan tahun kesedihan bagi nabi.  Karena pamannya yang selalu melindunginya meninggal dunia.
“Sebelum diperjalankan, nabi terlebih dahulu disucikan hatinya, ini hikmahnya bagi kita agar membersihkan hati kita jika ingin melakukan perjalan jauh agar selamat sampai ke tujuan,” ujarnya.
Mabrursyah juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan iman, taqwa dan ilmu seiring dengan bertambahnya usia. Hal tersebut dinilai penting agar semakin tua semakin berilmu, semakin dekat kepada Allah dan menganut ilmu padi semakin merunduk untuk saling menghormati antar sesama.
“Dari peringatan Isra’ Mi’raj ini mari kita senantiasa menjalankan salat wajib 5 kali sehari semalam. Karena peristiwa Isra’ Mi’raj ini identik dengan penjemputan salat 5 waktu. Jangan diabaikan, karena saat salat itulah dosa-dosa kita berguguran,” ajaknya. (400)