Iskandar Zulkarnain Oktaria, SH, MSi

Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu

dd

Modal Dasar Sukses adalah Disiplin

Iskandar Zulkarnain Oktaria merupakan salah satu pegawai negeri sipil (PNS) yang sukses meniti karir di Provinsi Bengkulu. Namun untuk mendapatkan semua itu bukan hal mudah bagian alumnus Fakultas Hukum Universitas Bengkulu ini. Dia mesti berjuang lebih kurang 20 tahun untuk menduduki jabatan eselon II di Pemprov Bengkulu.

Mengawali karir sebagai PNS sebagai staf di Bagian Kepegawaian Setwilda Rejang Lebong tahun 1991, suami dari Poppy Yulianty SH ini harus pindah ke Setwil Kodya BengkuluĀ  untuk mengejar impiannya.

Karirnya sebagai PNS di Kota Bengkulu juga berawal dari staf. Kemudian perlahan tapi pasti diberi kepercayaan menduduki jabatan eselon IV sebagai Kasubag Diklat Bagian Kepegawaian, Kasubag Mutasi Bagian Kepegawaian, Plt dan Kabag Kepegawaian Kota Bengkulu. Selanjutnya naik ke eselon III sebagai Kabag Kepegawaian Kota Bengkulu, Kabag Umum Kota Bengkulu, Camat Muara Bangkahulu, Camat Gading Cempaka, Kabag Perlengkapan Kota Bengkulu, Kasubdin Perdagangan Luar Negeri Kota Bengkulu.

Melihat kinerjanya di Pemkot Bengkulu yang cukup berhasil, Gubernur Bengkulu kemudian mengajak orang tua dari 4 putra/putri ini pindah ke Pemprov Bengkulu untuk menduduki jabatan Kabag Perundang-undangan Biro Hukum Setda Prov Bengkulu, Kepala Biro Ekonomi Setda Prov Bengkulu, dan
Kepala Biro Hukum Setda Prov Bengkulu.

Lalu berkat kerja keras dan bisa menjaga kepercayaan atasan, sejak 2 tahun terakhir dia dipercaya menjabat sebagai Kepala BLH Provinsi Bengkulu. “Alhamdulillah saya sering mendapat kepercayaan untuk menduduki beberapa jabatan, dan saat ini saya menjadi Kepala BLH ini,” ujar Iskandar.

Manfaatkan Waktu Luang
5Sebelum meniti karir sebagai PNS, tahun 1987 tepatnya setelah menerima gelar sarjana hukum di Unib, Iskandar ZO sempat menjadi dosen dan pengacara. Khusus menjadi dosen, saat ini kembali digelutinya dengan menjadi tenaga pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Muhammdiyah Bengkulu (UMB).

Selain itu, dibalik kesibukannya tersebut pria kelahiran Lubuk Lingau, Sumsel ini masih menyempatkan diri untuk melanjutkan program kedokterannya di Universitas Jaya Baya Jakarta. Karena dia mempunyai prinsip untuk memanfaatkan waktu yang ada seefektif mungkin. “Dalam hidup kita juga harus pintar-pintar mengatur waktu sehingga tidak ada yang terbengkalai,” pesannya.

Sementara pendidikan S2 ditempuh Iskandar tahun 1994, tepatnya setelah 3 tahun menjadi PNS. Waktu itu dia diberi kesempatan untuk tugas belajar di Universitas Gadjah Mada untuk mengambil gelar S2 Program Magister Admistrasi Publik.

Iskandar termasuk yang beruntung, mengingat yang mengikuti program tugas belajar ini hanya 4 orang dari Provinsi Bengkulu, dan ia merupakan peserta pertama yang menyelesaikan program tersebut dengan lama pendidikan 1 tahun 8 bulan.

Selain mendapat program pendidikan ia juga sering mengikuti pendidikan dan pelatihan seperti kursus pemimpin pemerintahan dalam negeri. Setelah banyak menimba ilmu baik melaui pengalamannya selama bekerja maupun penambahan melalui jalur pelatihan dan pendidikan, karirnya semakin membaik seperti sekarang ini.

Keras Keras dan Disiplin
Apa yang didapat Iskandar saat ini bukan instan tetapi karena kerja keras. Apalagi peningkatan karir PNS dulu dan sekarang sangatlah berbeda. Jika sekarang seorang PNS bisa menjabat suatu jabatan tertentu meskipun tidak sesuai dengan basic ataupun latar belakang pendidikannya, maka dahulu untuk menduduki suatu jabatan PNS harus memiliki kemampuan, basic dan yang paling utama pendidikan atau pelatihan yang pernah diikuti.

Kemudian pencapaian itu didapatkan dengan selalu memegang teguh kedisiplinan seperti yang diajarkan ayahnya yang seorang guru. “Kami selau diajarkan disiplin dimanapun kami berada. Meskipun bapak kami hanya seorang guru namun karena kedisiplinan yang ia tanamkan sejak kecil. Alhamdulillah kami 9 bersaudara sudah menikmati buah kedisiplinan tersebut,” kenang Iskandar.

Menurutnya kunci dasar sukses adalah disiplin. Karena orang yang disiplin adalah orang yang bertanggungjawab dan orang yang bertanggungjawab adalah orang yang dapat menyelesaikan masalah. “Bagaimana orang itu akan menyelesaikan masalah atau pekerjaan kalau ia tidak merasa bertanggungjawab. Dan tanggung jawab akan ada jika orang tersebut terbiasa dengan disiplin,” ujar pria yang menetap di Jalan Timur Indah Raya Rt 22 No. 76 Bengkulu ini.

Salah satu contoh disiplin itu ialah tidak pernah menunda-nunda pekerjaan. Karena menurutnya jika kita menunda pekerjaan yang ada hari ini, maka besok pekerjaan baru akan bertambah, dan seterusnya semakin lama menunda akan semakin banyak pekerjaan yang dilakukan. “Semakin menumpuk pekerjaan semakin tidak optimal kita mengerjakannya, sehingga saya pantang untuk menunda pekerjaan,” tegas Iskandar.

Dalam bekerja Iskandar juga berpesan tidak setengah-setengah serta jangan melihat imbalannya. Karena jika sudah bekerja secara maksimal maka otomatis imbalan yang akan didapat akan jauh lebih besar dan akan berkesinambungan. “Dan dengan siapapun kita bekerja kita pasti akan diterima dengan baik jika kita bertanggung jawab dengan pekerjaan kita,” ujarnya.(Ari)