Iskandar Jabat Kepala BPKP

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah melantik Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu, Iskandar Novianto di ruang Pola Pemprov Bengkulu, Selasa (5/11).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah melantik Iskandar Novianto AK MSi sebagai Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu.

Iskandar Novianto AK MSi yang sebelumya bertugas sebagai Direktur Pengawasan Akuntabilitas Keuangan, Pembangunan dan Tata Kelola Pemerintah Desa BPKP RI. Sementara Kepala BPKP Provinsi Bengkulu yang lama,Gumbira Budi Purnama kembali ke BPKP RI dengan tugas yang baru.

“Saya ucapkan selamat untuk pejabat baru dan pejabat lama yang mendapatkan jabatan barunya,” ujar Rohidin dalam sambutannya usai melantik Kepala BPKP Provinsi, di ruang Pola Pemprov Bengkulu, kemarin (5/11).

Dijelaskannya, ada empat agenda besar yang harus bisa ditindaklanjuti oleh BPKP bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu. Pertama, efektifitas penggunaan dana desa (DD) agar sinergitas dalam peningkatan efektifitas dan akuntabilitas keuangan DD bisa berjalan dengan baik.”Tolong awasi DD.

Persoalan di lapangan terkadang banyak sekali. Pesan Pak Presiden, bagaimana BPKP,Inspektorat Provinsi dan kabupaten/kota melakukan pengawasan dan pendampingan,” ungkapnya.

Selanjutnya, terkait pengelolaan keuangan dan pembangunan mengarah ke peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Termasuk lebih mengaktifkan peran Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP).

Sehingga persoalan keuangan bisa diselesaikan melalui jalur internal.”Kalau memang betul-betul krusial, baru pendekatannya melalui aparat penegak hukum (APH). Ketika peran APIP itu berjalan, kemungkinan pelanggaran bisa dihindari,” tambah Rohidin.

Tugas lainnya, peran BPKP untuk meningkatakan maturitas sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP). Karena saat ini, SPIP rata-rata masih sangat rendah baru level II dan level III di kabupaten/kota. “Peran BPKP dan Inspektur sangat penting,” imbuhnya.

Dari beberapa agenda besar tersebut, menurut Rohidin, pemprov dan BPKP bisa sama-sama sinergi. Sehingga apa yang sudah ditargetkan dapat direalisasikan secara bersama.”Walaupun beda kantor, ke depan bisa satu napas penanganannya,” tegas Rohidin.

Sementara itu, Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi, Iswan Elmi Ak MS Acc mengatakan, dipilihanya Iskandar Novianto sebagai Kepala BPKP Provinsi Bengkulu karena Iskandar merupakan putra asli Bengkulu. “Pertimbangan karena putra daerah Bengkulu. Kita harus banyak berbuat untuk daerah dulu sebelum keluar yang lebih besar,” terang Iswan.

Untuk Gumbira Budi Purnama memang sengaja ditarik lagi ke BPKP RI, lantaran adanya perubahaan struktur, yang mengharuskan Gumbira membantu posisi tersebut. “Karena tidak ada pilihan lain. Dalam 5 tahun saya di BPKP RI sudah 4 kali ganti kepala BPKP Provinsi Bengkulu,” ujarnya.

Kepala BPKP Provinsi Bengkulu, Iskandar Novianto mengatakan, apa yang menjadi arahan gubernur memang penting sekali. Seperti anggaran DD memang harus diawasi secara serius. Mengingat anggaran yang dikucurkan setiap tahunnya itu mengalami peningkatan.

“Uang negara dengan uang pribadi itu beda. Jadi akuntabilitas harus ada. Perencanaan dari awal harus kuat. Karena tuntutan DD itu luar biasa. Makanya desa itu harus dibimbing,” papar Iskandar.

Bagitupun dengan peningkatan IPM, memang harus dilakukan. Anggaran harus mengarah ke pendidikan, kesehatan. Program di bidang ini harus betul-betul direalisasikan secara tepat sasaran.”Jadi bukan berbicara bangun gedung sekolah, tapi berbicara bagaimana tempat pendidikan itu bisa cepat diakses. Sampai guru-gurunya siap, termasuk dengan kesehatan sama saja,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya nantinya dalam masa kerjanya akan mendorong hal tersebut. Sehingga semua program pemerintah benar-benar bisa direalisasikan kepada masyarakat.”Upayanya bersama, pengawasan dan bimbingan kepada masyarakat harus tetap dilakukan,” tutup Iskandar. (151)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*