IRT dan Sopir Jadi Penadah Motor

PRES RELEASE Wakapolres Kaur Kompol Aprizal S Sos didampingi Kasat Reskrim Iptu Welli Wanto Malau SIK, KBO Ipda Supardi (2)
IRUL/Bengkulu Ekspress
PRES RELEASE: Wakapolres Kaur Kompol Aprizal SSos didampingi Kasat Reskrim Iptu Welli Wanto Malau SIK, KBO Ipda Supardi, dan anggotanya saat menggelar press release tersangka penadah Curanmor di depan Sat Reskrim Mapolres Kaur, Selasa (28/8).

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial PA (48), warga Desa Cilacap Kecamatan Kota Manna dan AK (52), warga Jalan Trip Kastalani Kelurahan Pasar Baru Kota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan diringkus polisi karena menjual sepeda motor hasil curian. Akibat perbuatanya itu, kedua tersangka ini dijeboloskan ke tahanan Mapolres Kaur.

“Untuk dua penadah motor hasil curian yang sempat kita amankan beberapa hari lalu sudah kita tetapkan tersangka,” kata Kapolres Kaur AKBP Sisman Adi Pranoto SH Sik melalui Wakapolres Kompol Aprizal S Sos didampingi Kasat Reskrim Iptu Welli Wanto Malau SIK, saat menggelar press release kemarin (28/8).

Dikatakan Waka, kedua tersangka ini memiliki peran berbeda dimana tersangka PA merupakan penadah hasil motor curian dari Jakarta yang dibawa tersangka AK melalui ekspedisi jalur darat. Lalu motor tanpa dukomen itu oleh tersangka PA dibeli dengan harga mulai dari Rp 400 ribu hingga Rp 1,2 juta. Untuk pelaku AK bertugas melakukan pembelian motor bodong dengan harga semurah mungkin, lalu motor-motor tersebut di jual kepada tersangka PA, dari tersangka PA baru jual kepada masyarakat yang memang sudah memesan motor bodong tersebut.

“Untuk tersangka PA ini sudah tiga kali ini terlibat melakukan jual beli motor hasi curian ini dan tersangka kita jerat pasal 481 dan tersangka AK kita jerat pasal 480,” terang Waka Polres.

Ditambahkannya,dari tangan kedua tersangka ini Polisi berhasil mengamankan tiga unit motor bodong yang diangkut menggunakan expedisi jalur darat, yaitu motor yamaha scoopy warna merah dengan Napol B 3844 CEP, Honda Beat warna biru Napol F 3201 FAK dan Honda blade warna merah tanpa Napol. Sedangkan untuk lima unit motor yang ditemukan selang 6 jam dari penemuan yang pertama saat ini hanya wajib lapor.

“Untuk pelaku lainnya, kami masih lakukan pengejaran. Termasuk otak utama motor curian ini, dan mudah mudahan dalam waktu dekat ini dapat kita ungkap,” tandasnya.(618)