IRT Bonyok Dihajar Suami

KDRT (3)BENTENG, BE – Aksi kekerasan didalam rumah tangga (KDRT) kembali terulang di Kabupaten Benteng ini. Kali ini, menimpa seorang ibu rumah tangga (IRT), Yuliana (21), Warga Desa Sukarami Kecamatan Taba Penanjung.

Korban dihajar oleh suaminya sendiri berinsial He (27) hingga bonyok. Korban menderita luka memar dibagian muka, kedua tangan dan lehernya serta bengkak dikedua matanya.

Peristiwa penganiayaan ini dialami oleh perempuan yang telah memiliki 1 anak ini sekitar pukul 18.30 WIB Kamis (21/2) sore, dirumah kontrakannya di Desa Sukarami Kecamatan Taba Penanjung.

KDRT ini telah diadukan korban ke Polsek Taba Penanjung. Untuk menghindari hal – hal yang tidak dinginkan, sejauh  ini korban telah pergi dari rumahnya dan mengungsi  ke rumah orang tuanya di Desa Dusun Baru II Kecamatan Karang Tinggi.

Saat  BE mewawancarainya dirumah orang tuanya, korban Yuliana menceritakan kronologis kejadian KDRT tersebut. Bermula dari anaknya Lina (18 bulan) sakit badannya demam dan panas tinggi.

Mendapati anaknya sakit itu, korban lalu melaporkannya kepada suaminya, untuk mencarikan jalan keluar atas penyakit buah hati mereka tersebut. Namun, sang suami malah balik menyalahkan korban dengan mengatakan tidak beres mengurus anak. Alhasil terjadilah pertengkaran diantara suami-istri itu.

Keributan itu pun semakin memanas dan menyulut emosi pelaku. Sang suami yang emosi langsung melayangkan pukulan ke tubuh korban secara bertubi-tubi. Korban yang tak perdaya hanya bisa menahan rasa sakit sembari menjerit kesakitan.

Jeritan korban itu akhirnya mengundang kedatangan para tetangga sekitar yang langsug berhamburan menuju kekediaman korban. Melihat warga berdatangan pelaku pun langsung kabur. Sementara korban langsung dilarikan ke RSUD Benteng dan melapor ke Polsek Taba Penanjung.

“Kalau ribut memang kami sudah sering, namun kalau yang dipukul  hingga babak belur seperti ini, baru kali ini,” ucap korban.

Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Asep Tedy, SIK melalui Kapolsek Taba Penanjung, Iptu Andi Ali Surya, membenarkan telah menerima pengaduan KDRT tersebut. Menurutnya, sejauh ini laporan tengah ditindak lanjuti. (111)