Irigasi Tertik Tak Bisa Diperbaiki

IrigasiTEBAT KARAI, Bengkulu Ekspress – Kerusakan irigasi persawahan di Desa Tertik Kecamatan Tebat Karai sudah diketahui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepahiang.
Namun BPBD belum dapat langsung melakukan perbaikan permanen terhadap irigasi tertik, karena BPBD tidak memiliki anggaran yang dapat langsung digunakan untuk perbaikan.

Singgung mengenai dana darurat bencana, Kepala BPBD Burlian SE mengatakan bila anggaran yang dimiliki tersebut sifatnya untuk tanggap darurat. Bukan perbaikan kerusakan secara permanen, pihaknya hanya melakukan penanganan darurat. “Yang namanya darurat maka kita melakukan perbaikan sementara untuk mengalirkan arinya. Sebatas airnya mengalir secara lancar, tidak bisa untuk perbaikan langsung kerigasinya,” tutur Burlian.

Ia mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan kelokasi kelurasakan irigasi persawahan di Desa Tertik yang mengancam 80 hektar lahan persawahan warga akan kesulitan air jika tidak dilakukan perbaikan. “Kita akan cek kelapangan, nanti akan diusulkan dana perbaikan. Agar irigasi dapat diperbaiki secara permanen,” ungkapnya.

Sebelumnya ratusan petani sawah di Desa Tertik Kecamatan Tebat Karai mengharapkan adanya perbaikan irigasi didesanya mereka. Karena kerusakan irigasi tertik mengancam keberlangsungan pertanian untuk 80 hektar lahan persawahan masyarakat, hingga bisa menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat setempat terutama bagi penggarap lahan persawahan.

Diungkapkan Jhon Haryadi Selasa (9/5) kerusakn irigasi atau saluran air persawahan di Desa Tertik akibat hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Kepahiang seminggu terakhir. Akibat derasnya aliran air menyebabkan bangunan irigasi persawahaan menjadi jebol. “Awalnya jebat itu kurang dari sepuluh meter, karena belum ada perbaikan maka jebolnya bertambah besar,” tutur Jhon. (320)