Irigasi Jebol, Ratusan Sawah Terancam Kekeringan

HULU PALIK, BE РHujan deras yang mengguyur Selasa malam (13/11) lalu mengakibatkan jebolnya bak pembagi air saluran irigasi sekunder  di Desa Batu Layang Kecamatan Hulu Palik. Selain itu, dinding saluran irigasi itu ambruk sepanjang 25 meter. Akibatnya, sekitar 200 hektar sawah yang berada di desa setempat terancam kekeringan karena tidak mendapatkan pasokan air.

Sebelum jebol, saluran irigasi itu ternyata sudah bocor sejak lama.¬† “Irigasi ini sudah ketiga kalinya ambruk, tadi malam (Selasa malam)yang terparah,” terang Sani (60) Ketua Kelompok Petani Pemakai Air (KP2A) Desa Batu Layang.

Kejadian ini diketahui setelah beberapa petani mengaku sawahnya tidak terairi. Sedangkan air di irigasi depan rumah warga tersebut mengalir deras. Setelah dicek sepanjang saluran irigasi, ternyata diketahui bak pembagi air pada irigasi sekunder itu ambruk. Terkait kejaidan ini, petugas pengairan dari Dinas PU Bengkulu Utara dan petani setempat langsung datang ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Pasalnya, jika tidak segera ditindaklanjuti, dikhawatirkan lahan sawah warga akan longsor karena lama kelamaan air yang mengalir tersebut mengikis sendimen struktur tanah.”Mesti cepat diperbaiki karena saluran irigasi itu perannya sangat penting untuk petani,” bebernya.

Sementara itu, Kabid Irigasi Dinas PU BU, Dadang Kosasih MT mengatakan jebolnya bak pembagi irigasi tersebut dimaklumi karena kondisi bangunan yang sudah cukup tua. Ditambah lagi adanya dugaan kebocoran pada saluran irigasi tersebut yang selama ini terkesan dibiarkan, sehingga air yang keluar melalui dinding atau lantai irigasi tersebut lama kelamaan mengikis sendimen tanah di bawahnya.

Untuk memperbaiki fasilitas ini setidaknya dibutuhkan anggaran sekitar Rp 150 juta Pengerjaan proyek perbaikan irigasi ini nantinya akan dilakukan kontraktor dengan sistem PL (penunjukan langsung). Karena ini sifatnya darurat dan menyangkut kepentingan hidup orang banyak (petani setempat-red), makanya harus segera diperbaiki namun belum bisa memastikan kapan selesai penggarapan perbaikannya.

“Bak penampung pembagi air itu juga perlu di bangun kembali, namun karena keterbatasan anggaran dan sebelumnya kami lihat bak pembagi itu masih layak. Namun tidak disangka bakal seperti ini,” terang Dadang.(117)