IPM Terendah, Kemiskinan Tertinggi

1. Jefryy/Bengkulu Ekspress – Wabup Seluma berfoto bersama dalam kegiatan sosialisasi kemarin.

TAIS, Bengkulu Ekspress– Indeks Pembangunan Manusia (IMP) di Kabupaten Seluma, berada pada urutan paling rendah di Provinsi Bengkulu, yaitu diangka 6, 99 persen. Begitu pula untuk angka kemiskinan, Kabupaten Seluma, juga mendapatkan urutan tertinggi dari 10 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu.

“Itu sesuai data yang saya terima dari Badan Pusat Statistik (BPS) Seluma. Makanya kita harus terus bergerak untuk merubah predikat yang tidak baik ini,” kata Wakil Bupati Seluma Drs Suparto MSi usai membuka acara sosialisasi program pengendalian penduduk dan pembentukan kelompok kerja akselerasi kampung KB di aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kemarin (25/6).

Untuk itu, dalam rangka pengendalian penduduk di Kabupaten Seluma, baik terhadap pernikahan dini maupun angka kelahiran anak. Wabup mencanangkan pendidikan penting bagi masyarakat, serta menekan pernihakan dini. Dengan berpendidikan maka angka kemisninan di Kabupaten Seluma bisa teratasi.”Dalam rangka menekan angka pernikahan dini, serta angka kelahiran anak di Kabupaten Seluma, saya berharap pendidikan dapat memberikan solusi,” kata wabup.



Wabupmenuturkan, pengaturan jarak kelahiran anak, serta memberikan pendidikan sangatlah berpengaruh terhadap pengendalian penduduk yang ada di Kabupaten Seluma. Sebab, pendidikan sangat penting bagi nilai keperibadian masing-masing orang. Selain itu, setiap desa harusnya memberikan kesempatan bagi anak-anak muda untuk berekreasi, baik itu berupa olahraga ataupun kegiatan kepemudaan yang positif lainnya, sehingga pernikahan dini dapat berkurang.

“Kita akan minta sampai ke pemerintah desa untuk memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk berkarya sehingga bisa menekan pernikahan dini di Seluma,” terusnya.

Sekretaris Badan Kesejahteraan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu Iskandar SE mengatakan, sesuai dengan program Pemerintah Provinsi Bengkulu, pengendalian penduduk sangatlah penting dilakukan, selain untuk kesejahteraan bagi keluarga, pengendalian jarak kelahiran juga penting bagi ibu.
“Pengendalian penduduk ini memang sudah menjadi program Pemerintah Provinsi Bengkulu, dan ini memang perlu kita sosilisasikan,” ungkap Iskandar.(333)