Investor Saham di Daerah Rawan Kena Tipu

Foto : IST

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Seiring jumlah investor saham di masa pandemi tumbuh signifikan. Namun di tengah kemudahan investasi saham saat ini, investor dan calon investor saham di daerah menjadi incaran penipuan.

“Modus penipuan yang mengincar investor saham semakin canggih dan beragam dengan sasaran investor-investor baru di daerah. Ada berbagai modus penipuan yang menargetkan para investor saham,” kata Head of Marketing PT Indo Premier Sekuritas, Paramita Sari, Senin (14/12).

Paramita mengatakan, investasi saham yang sudah bisa dilakukan secara online, investor saham perlu mewaspadai berbagai modus penipuan. Sasaran utama para penipu adalah membobol akun para investor.

“Mereka mengincar username, password dan secure PIN yang sifatnya pribadi atau personal,” ungkpanya.

Ia menjelaskan, penipu biasanya menghubungi korban dengan mengaku sebagai karyawan resmi Indo Premier atau IPOT untuibeminta username, password, secure PIN. Padahal, indo Premier tidak pernah meminta username, password dan secure PIN karena ini sifatnya pribadi.

Tak hanya berhenti di situ, modus penipuan pun memiliki wajah baru dimana penipu menduplikasi akun-akun resmi Instagram (IG) sekuritas yang sudah centang biru dengan akun-akun palsu yang secara tampilan dan isi sama persis.

“Investor dan calon investor untuk makin waspada dan hati-hati. Ketika menemukan kejanggalan atau mengalami kendala tertentu terkait investasi saham, sebaiknya segera menghubungi call center resmi,” ujarnya.

Sementara itu, Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang terbaru memperlihatkan jumlah investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) per 19 November 2020 sudah mencapai 1.503.682 dan khusus pada masa pandemi Covid-19 terjadi penambahan 417.366 Single Investor Identification (SID) atau naik sebesar 28 persen sepanjang 2020. (HBN)