Investor India Siap Bangun Pengolahan CPO di Pulau Baai Bengkulu

Foto2/Hendrik /  bengkuluekspress.com Lalit Kumar Founder &CEO Sudevam Group menyerahkan Surat dari BPKM pusat kepada Plt Gubernur Bengkulu H. Rohidin Mersyah MMA.
Hendrik /  bengkuluekspress.com Lalit Kumar Founder &CEO Sudevam Group menyerahkan Surat dari BPKM pusat kepada Plt Gubernur Bengkulu H. Rohidin Mersyah MMA.

Bengkulu, Bengkuluekspress. com – Investor asal India Sudevam Group siap menjadi penggerak kawasan ekonomi khusus (KEK) Pulau Baai. Untuk membangun pabrik pengolaahan CPO (Crude Palm Oil) atau pabrik minyak goreng di kawasan Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.

Hal itu terkait pertemuan antara Founder & CEO Sudevam Group Lalit Kumar beserta tim dengan Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu H. Rohidin Mersyah, MMA di ruang rapat Rafflesia Kantor Gubernur Bengkulu, pada Jumat (25/5/2018).

Lalit Kumar mengatakan, beberapa bulan lalu sudah melakukan pertemuan serupa di ruangan yang sama. Waktu itu izin dari pusat ingin membangun pabrik minyak goreng. Perusahaannya sekitar 5 – 6 bulan diam-diam menurunkan tim datang membuktikan real kebutuhan minyak goreng di Provinsi Bengkulu. Hasilnya Kebutuhan masyarakat 4-5 ribu ton dalam setahunnya setelah itu CPO 2 juta ton di Bengkulu yang dihasilkan per tahunnya.

“Bengkulu CPO-nya ada, tetapi minyak gorengnya didatangkan dari luar,” tutur Lalit Kumar kepada bengkuluekspress.com Jumat(25/5).

Hendrik / bengkuluekspress.com H. Rohidin Mersyah MMA ditemani asisten ll Hj. Yuliswani saat pertemuan dengan Sudevam Group.
Hendrik / bengkuluekspress.com H. Rohidin Mersyah MMA ditemani asisten ll Hj. Yuliswani saat pertemuan dengan Sudevam Group.

Lalit Kumar menerangkan, jika pabrik telah dibangun 220.000 MT/Year (600 TPD) (Devloment of cooking oil refinery plant capacity) bisa menyerap 650 tenaga kerja Bengkulu. Berikutnya Development of 150 MW power plant prom agri west in Bengkulu menyerap 400 tenaga kerja Bengkulu.

“Kami juga telah mengantongi surat dari BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) dan kami serahkan ke Pemda Provinsi Bengkulu. Kami harapkan setelah dapat lahan langsung kami bangun pabrik itu. Kami juga berharap Pemda Bengkulu dapat bekerja sama dengan kami sesuai dengan peraturan per Undang-undangan yang berlaku di Indonesia, mari jalan bersama dan maju bersama,” terangnya.

Sementara itu, dalam pertemuan tersebut, Pemprov Bengkulu menyambut baik investor yang mau berinvestasi ke Bengkulu. Plt Gubernur Bengkulu H. Rohidin Mersyah diawal pembicaraan mengatakan, potensi Sumber daya Alam provinsi Bengkulu sudah siap, tinggal bagaimana pengelolaannya.

“Sejak Pemprov Bengkulu membuka KEK(Kawasan Ekonomi Khusus) di Pelabuhan Pulau Baai, antusias investor mulai berdatangan ke Provinsi Bengkulu untuk investasi sangat positif. Salah satunya Sudevam Group ini,” tukas Plt Gubernur Bengkulu H. Rohidin Mersyah MMA

Ia menambahkan, suplai SDA sangat siap. Bila investor ingin investasi kita terima dengan kebijakan tertentu. Karena Bengkulu sangat nyaman, kondisi sangat aman maka saya yakin banyak investor akan datang.

” Seperti Sudevam Group mau investasi pengolahan CPO. Mudah-mudahan itu semua terealisasi dalam waktu dekat, “tutupnya.

Turut hadir dalam pertemuan itu Asisten ll Pemeritah Provinsi (Pemprov Bengkulu) Hj. Yuliswani, Ketua Gapki John I Siregar , Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bengkulu, Ir. Hendry Perwantrisno, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan (Perindag) Provinsi Bengkulu, Anzori Tawakal, Kepala Biro (Karo) Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA), Hambar Wiyadi, General Manager (GM) Pelindo ll, serta tamu undangan lainnya. (HBN)