Investor India Bangun Pabrik CPO di Seluma dan Pulaubaai Bengkulu

Foto Ist Plt-Gubernur-Rohidin-Mersyah
Foto Ist Plt-Gubernur-Rohidin-Mersyah

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – Investor asal India PT Sudevam Ultratecgreen Indonesia atau Sudevam Group yang berencana membangun pabrik pengolaahan CPO (Crude Palm Oil) atau pabrik minyak goreng membagi lokasi pembangunan menjadi dua lokasi.

Awalnya pabrik CPO dan pengolahan CPO atau Minyak goreng dipusatkan di kawasan Pelabuhan Pulau Baai. Belakangan berubah pabrik CPO didirikan di Kabupaten Seluma dan pengolahan CPO atau minyak goreng di bangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pelabuhan Pulau Baai.

“Hal itu, karena mereka meminta otoritas kawasan sendiri, namun untuk itu kita tidak mempersoalkannya,” terang Pelaksana tugas Gubernur Bengkulu H. Rohidin Mersyah MMA kepada Bengkuluekspress.com di Kantor Gubernur Bengkulu Kamis (11/10).

Dikatakan Rohidin, Bengkulu memerlukan investasi pembangunan pabrik pengolaahan CPO itu. Karena, di Bengkulu belum ada.

“Jika itu (pabrik CPO, red) sudah terlaksana nantinya kan bisa membantu para petani kelapa sawit.

Rohidin mengulas lagi, masalah harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang beberapa waktu lalu sempat anjlok. TBS yang dipanen petani tak ada yang membeli. Bahkan banyak busuk dan dibuang. Hal tersebut karena salah satunya Provinsi Bengkulu belum memiliki pabrik pengolaahan CPO.

Lanjut Rohidin, Pempov Bengkulu melalui Dinas Penanaman Modal Perizinan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), telah menyerahkan Nomor Induk Berusaha PT Sudevam Ultratecgreen Indonesia yang bakal mendirikan industri pengolahan CPO menjadi produk turunan, minyak goreng. Nilai investasinya mencapai Rp 4 triliun.

“Dengan tumbuhnya industri pengolahan CPO, bisa memberikan dampak peningkatan kesejahteraan pada tingkat petani. Ada nilai tambah yang diciptakan di Bengkulu, untuk komoditas unggulan Bengkulu,” tuturnya.

Ditambahkan Rohidin, Pemprov Bengkulu juga berkomitmen mempermudah sistem perijinan. Agar tercipta iklim investasi yang baik di Bumi Raflesia. (HBN)