Investor Bengkulu Naik 110.15 Persen, Kedua se-Indonesia

ekonomiBENGKULU, Bengkulu Ekspress – Di tahun 2018 ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) Bengkulu akan semakin meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal kepada masyarakat bukan hanya di kota tapi hingga ke pelosok-pelosok desa. Upaya literasi selama ini akhirnya mampu membawa Bengkulu menjadi posisi kedua tertinggi se-Indonesia dengan kenaikan investor sebesar 110,15 persen.

Kepala BEI Bengkulu, Bayu Saputra mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat agar semakin memahami akan pentingnya serta peran pasar modal.

“Kami terus berupaya maksimal agar literasi akan pasar modal semakin tinggi dalam masyarakat,” ujar Bayu, kemarin (4/1).

Hal ini menyusul hasil survey pada tahun 2016 dimana Indeks literasi keuangan Provinsi Bengkulu 27,64 persen dan Indeks inklusi keuangan Provinsi Bengkulu 67,27 persen. Angka ini dinilai masih menunjukkan kurangnya tingkat literasi keuangan masyarakat Bengkulu.

“Hasil survey menunjukkan tingkat literasinya masih rendah, jadi upaya peningkatan harus terus dilakukan,” sambung Bayu.

Upaya ini dilakukan dengan gencar melakukan sosialisasi untuk upaya literasi dan inklusi pasar modal hingga ke pelosok-pelosok desa. Hal ini diharapkan akan semakin meningkatkan literasi akan pasar modal oleh masyarakat yang tinngal di desa. “Kami harap nantinya dari desa juga bisa muncul investor baru saat mereka sudah memahami bagaimana berinvestasi di pasar modal,” tutur Bayu.

Hingga saat ini jumlah investor saham di Bengkulu per 29 Desember 2017 lalu sudah mencapai 1.946 SID. Jumlah investor saham Bengkulu naik 110,15 persen dalam 1 tahun terakhir dan menjadikan Bengkulu sebagai provinsi dengan peningkatan investor tertinggi kedua se-Indonesia.

“Ini suatu hal yang positif, jadi kami terus berupaya agar kedepannya jumlahnya terus naik,” jelas Bayu.

Upaya literasi keuangan pasar modal ini juga sebagai bentuk upaya melawan investasi bodong dengan investasi legal dimana semakin tinggi awareness masyarakat Bengkulu mengenai investasi di pasar modal, maka akan semakin kecil jumlah masyarakat yang terjebak investasi bodong.

“Mari rekan-rekan media sekalian kita terus mengedukasi masyarakat kita agar memahami yang mana investasi legal dan mana yang investasi bodong,” tutur Bayu.

Terakhir Bayu juga mengatakan, paling lambat Februari mendatang, BEI akan mengajak media untuk melakukan outing bersama dalam rangka mempererat hubungan dan bersinergi untuk sama-sama mengedukasi masyarakat Bengkulu terkait investasi legal.

“Mari kita bersama-sama membantu amsyarakat untuk berinvestasi pada tempat yang legal dan tidak lagi terjebak pada investasi bodong yang merugikan masyarakat,” tukas Bayu.

Sementara itu, Kepala Perwakilan OJK Provinsi Bengkulu, Yan Syafri mengatakan, pemahaman tentang literasi keuangan sangat penting untuk mengembangkan kemampuan masyarakat menilai produk jasa keuangan.

“Selama ini sebenarnya sebagian literasi keuangan sudah diketahui atau dipahami masyarakat, yakni lebih dominan pada aspek pada pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan finansial,” ujar Yan.

Namun Yan menambahkan, tidak cukup dengan tiga literasi itu saja, masyarakat juga harus punya sikap dan perilaku keuangan atau financial attitudes. Lengkapnya literasi tentang keuangan yang diketahui masyarakat, masyarakat akan menjadi lebih cermat dan tidak salah memilih model jasa yang disediakan lembaga keuangan.

“Jika pemahamannya semakin banyak, maka masyarakat akan smeakin berhati-hati memilih investasi yang legal dan menguntungkan,” tutur Yan.

Terakhir Yan mengungkapkan, pihakanya juga terus mendukung upaya meningkatkan literasi keuangan kepada masyarakat hingga menyentuh ke pelosok desa. “Kami harap hingga ke pelosok desapun masyarakatnya bisaa mengerti dan memahami dimana dan bagaimana investasi keuangan yang legal dan baik serta tidak terjebak investasi bodong,” tutup Yan. (999)