Investor 4 Negara Tertarik Pelus Kaur

KOTA BINTUHAN,BE –  Produk lokal  semakin banyak diminati para investor luar negeri. Saat ini,  investor dari  Thaiwan, China, Korea dan Jerman tertarik  pelus (Sidat) yang telah dibudidayakan di Balai Benih Ikan (BBI) di Kecamatan Nasal. Bahkan, investor tersebut siap menampung berapapun jumlah pelus yang dipanen di BBI tersebut.

“Ketertarikan investor  lantaran ikan pelus yang banyak terdapat disungai  memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dari ikan Salmon. Padahal, sebelumnya ikan salmon dinyatakan sebagai ikan yang paling tinggi kandungan proteinnya,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaur Ir Yetminson melalui Sekretaris Dr Sapto Mugianto SPi, MSi,  kemarin.

Dikatakan Sapto, benih pelus yang sedang dibudidayakan di BBI Nasal diambil dari 3 muara sungai yakni Sungai Padang Guci, Sungai Air Kinal dan Sungai Nasal. Sungai tersebut memiliki pelus dengan varietas yang sama yakni dari varietas Memorata yang memiliki kandungan protein paling tinggi serta potensi pembudidayaan yang paling tinggi.

“Tiga sungai ini sudah dilakukan penelitian baik pihak dinas sendiri dan juga Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) beberapa bulan yang lalu. Hasilnya cukup bagus dan potensi pelus sangat besar,” katanya.

Ditambahkan Sapto, pembudidayaan pelus dilakukan dengan membesarkan benih pelus. sebab sampai saat ini belum ada cara dan teknologi untuk menetaskan telur ikan pelus. Sebab telur pelus hanya menetas pada kedalaman 250 meter dibawah permukaan laut. “Belum ada sistem untuk mengembangbiakan pelus sejak dari telur.  Jepang dan negara maju lainnya juga belum menemukan cara itu,”ujarnya.

Kemudian itu, kata Sapto, ikan pelus yang siap panen memiliki umur diantara 6 – 9 bulan dengan bobot sebesar 2,5 ons. Ikan pelus tersebut dihargai investor Rp 250 ribu perkilogram. “Sasaran penelitian budidaya yang kita lakukan di BBI tersebut yakni pembudidayaan bisa berkembang dimasyarakat luas. Sehingga nanti produk ikan pelus ini betul-betul berkembang,” ungkapnya.(823)