Investasi Bodong Masih Mendominasi

"Kondisi investasi di Bengkulu ini masih didominasi oleh investasi bodong," terang Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Bengkulu Bayu Saputra saat kegiatan sekolah pasar modal di STAIN Curup Selasa (23/1) kemarin.
“Kondisi investasi di Bengkulu ini masih didominasi oleh investasi bodong,” terang Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Bengkulu Bayu Saputra saat kegiatan sekolah pasar modal di STAIN Curup Selasa (23/1) kemarin.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Meskipun sudah banyak masyarakat Bengkulu yang terkena investasi bodong, namun hingga saat ini keberadaan investasi bodong di Provinsi Bengkulu masih mendominasi dibandingkan dengan investasi resmi. “Kondisi investasi di Bengkulu ini masih didominasi oleh investasi bodong,” terang Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Bengkulu Bayu Saputra saat kegiatan sekolah pasar modal di STAIN Curup Selasa (23/1) kemarin.

Menurut Bayu, saat ini para investor yang berinvestasi ke investasi bodong masih jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang berinvestasi ke investasi resmi seperti menabung saham, meskipun Bayu sendiri belum mengetahui pasti jumlah investor bodong di Provinsi Bengkulu, karena menurutnya data yang mengenai investasi bodong ini ada di OJK.

“Kalau yang menabung saham, data terakhir yang kita punya saat ini ada sekitar 2 ribuan orang,” tambah Bayu.
Sementara itu, terkait dengan akan dibukanya Galeri Investasi Syariah (GIS) di STAIN Curup yang akan diresmikan siang ini. Menurut Bayu merupakan galeri investasi yang pertama diluar Kota Bengkulu.
Dengan adanya GIS di STAIN Curup ini nanti diharapkan bisa mengedukasi masyarakat bahwa menabung saham bukan hanya milik masyarakat kota namun juga milik masyarakat pedesaan.

“Kita ingin mengedukasi masyarakat, bahwa menabung saham itu bukan hanya untuk orang kota juga namun juga untuk orang desa,” terang Bayu.
Kemudian Bayu juga berharap keberadaan GIS di STAIN Curup tersebut bukan cuman mengedukasi dan sosialisasi tentang investasi dan waspada investasi bodong kepada masyarakat. Namun juga bisa mengedukasi masyarakat tentang cara menambung saham yang benar.

“GIS ini sendiri nanti bukan hanya milik STAIN Curup, namun juga masyarakat diluar STAIN Curup baik di Kabupaten Rejang Lebong maupun kabupaten lain di Bengkulu ini,” terang Bayu.
Sementara itu Ketua STAIN Curup Dr Rahmad Hidayat MAg MPd dalam sambutannya mengungkapkan STAIN Curup menyambut baik kegiatan sekolah pasar modal yang dilaksanakan di STAIN Curup kemarin. Karena menurut Rahmat, menabung saham bisa memperkuat basis ekonomi masyarakat yang berdampak pada menguatkan basis ekonomi negara.Sementara itu, terkait dengan kehadiran GIS di STAIN Curup nanti, Rahmat berharap agar bisa mengedukasi masyarakat terkait dengan investasi yang benar sehingga masyarakat tidak terjebak dalam investasi bodong.

“Perguruan tinggi adalah bagian dari agen perubahan, disinilah peran kita nanti melakukan perubahan kepada masyarakat agar mereka tidak terjerat lagi dalam investasi bodong,” harap Rahmad.
Menurut Rahmad, pihaknya memang sengaja bekerjasama dengan BEI Perwakilan Bengkulu, sehingga pihak BEI bisa memberikan pencerahan yang benar mengai cara menabung saham.(251)