Integrasi Pertanian Kodim & Pemkab RL Panen Padi

CURUP, BE – Program integrasi pertanian antara Kodim 0409 Rejang Lebong dengan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melalui Dinas Pertanian dalam bidang pertanian berhasil memanen tanaman padi seluas 32 hektar, di Kecamatan Curup Utara. Hal itu dibuktikan dalam panen raya padi yang di gelari di Kelurahan Tunas Harapan kemarin.
Ikut serta Bupati RL H Suherman SE MM, Dandim 0409 RL Letkol Inf Yanto Kusno Hendarto, forum koordinasi pimpinan daerah, jajaran Dinas Pertanian, pejabat dinas instansi, kelompok tani serta unsur terkait lainya. Dalam kegiatan panen perdana komoditi padi sawah kegiatan Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasiskan Korporasi (GP3K) melalui kerjasama antara Kodim 0409 RL, Dinas Pertanian RL, PT Sang Hyang Sri telah mampu meningkatkan produktifitas padi.
Hasilnya pengukuran hasil panen, diperoleh produksi padi sebanyak 8,88 ton gabah kering untuk setiap hektar lahan padi yang di tanam, dalam program tersebut. Kepada wartawan Dandim menyampaikan, untuk mendukung program ketahanan pangan di daerah, TNI akan melakukan pendampingan kepada kelompok tani untuk meningkatkan produksi pertanian.
“Untuk awal baru 4 kelompok tani yang kita dampingi, Alhamdulillah sudah ada hasilnya. Namun kami menargetkan tahun 2012 setiap Babinsa bisa mendampingi 5 hingga 10 kelompok tani,” tegas Dandim.
Pihaknya, lanjut Dandim, akan terus menjadi salah satu fasilitator di bidang pertanian bersama pemerintah daerah Rejang lebong melalui Dinas Pertanian untuk membantu melakukan pengawasan serta perpanjangtanganan kerjasama antara petani dan pihak distributor benih unggul. “Banyak kegiatannya. Misalnya, ada keluhan dari petani yang susah mendapatkan pupuk karena pupuk langka. Kita selaku fasilitator akan berupaya mencari akar permasalahan pupuk langka tersebut, menguraikan benang dari kusut menjadi lurus dan mencari solusi penyelesaiaannya. Jadi TNI lebih mengutamakan mencari solusi daripada mengambil tindakan,” kata Dandim.
Sementara itu, Bupati RL dalam arahannya menyampaikan, seiring dengan pergeseran paradigma pembangunan di Kabupaten RL dari sentralisasi menjadi desentralisasi, dari mobilisasi menjadi partisipatif, mempertegas muara dan orintasi pembangunan akan menempatkan Masyarakat sebagai pelaku utama dari kegiatan pembangunan di daerah. Sementara, posisi pemerintah akan berubah fungsi menjadi fasilitator, akseletator yang lebih mengarah kepada pengendali pelaksana pembangunan.
“Hal itu terbukti pada program pertanian kita. Mulai dari proses perencanaan sampai pelaksanaan dan penerima manfaat dilakukan dan dilaksanakan langsung oleh para Petani, namun tetap difasilitasi oleh Pemerintah Daerah,” kata Bupati.
Selain itu, sambung Bupati, dengan luas wilayah 151. 567 Ha yang berada di kaki bukit barisan, Rejang Lebong memiliki iklim serta kontur tanah yang sangat cocok dan baik disektor Pertanian. Terlebih lagi, 71,50 % penduduk RL bermata pencarian sebagai Petani. Sehingga, lapangan usaha yang bergerak di sector pertanian memberikan andil dan sumbangan terbesar terhadap pendapatan regional daerah RL. “Dari kenyataan itu, sudah sepatutnya jika menempatkan Sektor Pertanian menjadi salah satu prioritas utama pembangunan,” kata Bupati.
Untuk itu, lanjut bupati, perlu ada tindak lanjut tegas untuk menuntaskan berbagai segi permasalahan di sector pertanian. Seperti, ketersedianan benih unggul, ketersediaan pupuk, pengairan yang baik serta penanggulangan hama penyakit. “Saya harap, melalui kegiatan ini, Rejang Lebong dapat terus meningkatkan produksi serta produktifitas padi kedepan,” tegas bupati. (999)