Instruksi Walikota Tak Lagi Digubris

BENGKULU, BE – Instruksi walikota Bengkulu H Ahmad Kanedi SH MH awal April lalu tentang larangan semua pejabat dan PNS di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu untuk tidak menggunakan kendaraan ke kantor, ternyata tidak lagi diindahkan oleh PNS dan Pejabat.

Hal ini terbukti jumlah PNS dan pejabat membawa kendaraannya menuju sekretariat pemda kota semakin bertambah hingga memenuhi halaman parkir utama danĀ  gedung C pemkot.

Pada Jumat sebelumnya, hanya beberapa sepeda motor saja yang terparkir dihalaman tersebut, namun Jumat (12/10) kendaraan roda 4 pun tampak memadati halaman tersebut hingga berjejer di pingir jalan depan eks gedung DPRD kota.

Saat diwawancarai, beberapa PNS mengaku tidak bisa mengikuti instruksi walikota tersebut sepenuhnya, mengingat instruksi itu tidak membawa manfaat bagi PNS melainkan menyusahkan saja.

“Kalau instruksi ini berlaku hanya untuk beberapa kali Jumat mungkin bisa kami penuhi, tapi kalau berlaku selama-selamanya mungkin tidak bisa karena semua PNS ini tidak bisa lepas dengan kendaraan,” ketus salah seorang PNS Setda pemkot, Nu.

Ia mengaku jika sebelumnya dia masih menghormati dan mengindahkan isntruksi tersebut, namun lama-kelamaaan ia pun merasa di rugikan karena harus mengeluarkan ongkos angkot dari rumahnya menuju ke kantor.

“Kalau rumahnya di sekitar simpang 5 ini memang tidak jadi masalah, tapi bagaimana dengan tempat tinggal yang jauh, otomatis pengeluaran kami bertambah besar dan waktu banyak terbuang,” sampainya.

Nu juga meminta agar walikota meninjau kembali kebijakan tersebut, karena menurutnya kebijakan itu sama sekali tidak pro dengan PNS yang hanya mengandalkan gaji untuk menghidupi keluarga.

Dikonfirmasi, asisten I Dra Rosmidar mengatakan itu bukan instruksi yang bersifat harus, melainkan hanya imbauan walikota agar hari Jumat bebas kendaraan. Tapi bagi yang memiliki tugas atau kegiatan dinas diluar kantor maka dibolehkan membawa kendaraan.

“Imbaun ini tetap berjalan, karena pak wali menginginkan agar para PNS dan pejabat setiap hari Jumat itu berolahraga dengan menggunakan sepeda atau berjalan kaki datang ke kantor,” ujarnya.

Terkait dengan banyaknya PNS dan pejabat yang melanggar tersebut, ia mengatakan kemungkinan PNS dan pejabat tersebut memiliki tugas di luar kantor sehingga sangat merepotkan jika menggunakan sepeda ataupun naik angkutan kota.

“Mereka itu bukan sengaja tidak mematuhi imbauan pak wali, tapi mungkin punya tugas diluar,” kilahnya.
Kedepannya, ia tetap berharap agar imbauan walikota tersebut dipatuhi karena tujuannya baik untuk kesehatan para PNS dan pejabat itu sendiri. (400)