Insomnia Tingkatkan Risiko Gagal Jantung

LONDON–Orang-orang yang mengalami gangguan dalam tidurnya berpotensi meningkatkan risiko serangan gagal jantung. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam European Heart Journal atas studi yang diikuti lebih dari 50 ribu orang selama 11 tahun.

Para ilmuwan menemukan, mereka yang menderita gangguan tidur dalam beberapa malam secara otomatis menciptakan suatu kondisi di dalam tubuhnya atas risiko kegagalan jantung akibat kurang baiknya kondisi jantung memompa darah.

“Banyak hal untuk mengurangi kemungkinan gagal jantung juga mengurangi insomnia, seperti diet yang baik, olahraga, penurunan berat badan dan tidak merokok,” ujar Dr Tim Chico Univeristy of Sheffield, seperti dilansir BBC (6/3).

Dijelaskannya, lebih dari 750 ribu orang di Inggris mengalami gagal jantung. Mereka yang menderita gangguan tidur malam, diyakini merasa semakin sesak napas dan kelelahan.

“Orang-orang yang mengalami kesulitan tidur dan terjaga tiap tiga kali lebih setiap malam, sangat mungkin mengalami gagal jantung dibandingkan mereka yang melaporkan tidak ada kesulitan tidur,” sambungnya.

Tim yang sama peneliti sebelumnya juga telah melaporkan hubungan antara orang-orang rentan terhadap serangan insomnia dan jantung. Karenanya para peneliti mengingatkan bahaya kurang tidur yang mempengaruhi sirkulasi darah secara efektif ke seluruh tubuh.

“Bila anda menderita insomnia, tubuh akan melepaskan hormon stres yang pada gilirannya dapat mempengaruhi jantung dengan cara yang negatif,” lanjutnya.

British Heart Foundation juga melansir bahwa hasil penelitian ini menunjukkan hubungan antara insomnia dan kesehatan jantung. Meskipun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut, apakah tidur malam juga menyebabkan gagal jantung.

“Yang perlu diketahui bahwa cukup tidur sangat penting untuk kesejahteraan mental, fisik dan emosional,” ujar sumber British Heart Foundation.(esy/jpnn)