Insentif Tenaga Kesehatan Segera Cair

Foto IST/ Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah saat mengunjungi tenaga medis yang tengah bekerja.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Kabar baik untuk para tenaga kesehatan dalam penanganan covid-19 di Provinsi Bengkulu. Pasalnya, dikatakan Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah saat ini pihaknya sedang memproses pencairan insentif untuk tenaga kesehatan di Provinsi Bengkulu.

“Ya kemarin sudah kita SK-kan. Hanya saja, dalam proses pencairannya nanti saat ini sedang dilihat dan dibahas oleh TAPD,” ungkap Gubernur, Rabu (17/6).


 IST/ BE – Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah saat menemui beberapa tenaga medis yang sedang dikarantina di LPMP Bengkulu.

Senada, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengatakan, insentif untuk tenaga kesehatan dalam penanganan covid-19 di Provinsi Bengkulu, dalam proses pencairan. Di mana dana bersumber dari APBN itu akan diberikan kepada dokter spesialis, dokter umum, surveilans di puskesmas, Dinas Kesehatan kabupaten/kota, provinsi, dan perawat yang menangani pasien Covid-19 di Provinsi Bengkulu.

”Insentif untuk tenaga medis yang dibiayai APBN, saat ini dalam proses pencairan,” kata Herwan.


 IST/ BE – Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah saat menemui beberapa tenaga medis yang sedang dikarantina di LPMP Bengkulu.

Dijelaskan Herwan, insentif untuk tenaga kesehatan, diberikan berdasarkan kriteria dari pemerintah pusat. Mulai dari tenaga kesehatan di laboratorium yang menjadi rujukan pemeriksaan sampel swab, rumah sakit vertikal, rumah sakit rujukan covid-19. Besaran nilai insentif yang diberikan, jika melihat dari patokan Pemerintah Pusat, untuk dokter spesialis sebesar Rp15 juta, dokter umum Rp10 juta, perawat Rp7,5 juta, analis Rp5 juta.

”Besaran insentif untuk tenaga kesehatan di Provinsi Bengkulu tentu akan disesuaikan dengan kondisi,” jelas Herwan.

Selain itu, sambung Herwan, pihaknya akan memberikan insentif melalui dana APBD Provinsi untuk tenaga relawan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Bengkulu, dan relawan di laboratorium RSUD M Yunus Bengkulu. Secara keseluruhan tenaga relawan didua laboratorium sebanyak 20 orang. Yakni, 15 orang di Labkesda, dan 5 orang di laboratorium RSUD M Yunus. Sementara, terang Herwan, dari pemerintah kabupaten/kota dapat mensuport melalui dana APBD.

”Pemerintah Provinsi akan memberikan intensif kepada relawan di Labkesda dan lab RSUD M Yunus. Relawan kita patokkan mendapatkan intensif sebesar Rp3 juta per orang per bulan, ini baru kita usulkan,” tutup Herwan. (HBN)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*