Ingin Masuk Polri

Kabid Humas
Kabid Humas
AKBP Sudarno SSos MH

Tertipu Rp 350 juta

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Penipuan penerimaan anggota Polri kembali terjadi di wilayah hukum Polres Bengkulu. Kejadian itu menimpa korban bernama Darman Joyo, pegawai negeri sipil, warga Kabupaten Bengkulu Selatan yang terjadi pada 2017 lalu dan baru melaporkan kasus tersebut ke Polda Bengkulu Kamis (6/9).

Dalam kasus ini korban melaporkan terlapor berinisial SN yang mana pelaku menjanjikan dapat meluluskan anak dari korban lulus anggota Polri yang menyebabkan korban merugi sebesar Rp 350 juta.

Berdasarkan data yang terhimpun Bengkulu Ekspress, kejadian itu berawal dari anak korban Darman yang ingin mengikuti tes penerimaan anggota Polri pada 2017 lalu. Terlapor SN yang mengetahui hal tersebut lalu mulai beraksi mengiming-imingi bisa meluluskan anak korban dalam tes penerimaan anggota Polri itu dengan membayar uang pelicin sebesar Rp 350 juta.

Korban pun tertarik dan korban memberikan uang kepada terlapor dengan 4 kali tahap. Uang senilai Rp 50 juta diberikan korban sebanyak 3 kali dan terakhir sisanya Rp 200 juta diserahkan korban dengan harapan anaknya bisa menjadi anggota Polri. Namun, hal yang diharapkan tak kunjung terwujud.

Anak korban tak lulus dalam tes tersebut dan korban meminta uang dikembalikan, namun saat dihubungi oleh korban yang menanyakan hal itu, pelaku meminta jangga waktu untuk mengembalikan uang korban. Namun sampai saat ini itikad baik pelaku masih belum direalisasikan bahkan uang tersebut tidak tahu kemana larinya.



Korban yang merasa ditipu oleh terlapor SN, korban lantas melaporkan hal tersebut ke Polda Bengkulu agar kasus ini bisa di proses melalui jalur hukum. Dengan bantuan polisi korban berharap uangnya yang bernilai cukup banyak itu bisa dikembalikan.

Dijelaskan Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Coki Manurung SH MHum melalui Kabid Humas, AKBP Sudarno SSos MH mengatakan, memang benar jika pihaknya telah menerima laporan penipuan dengan modus bisa meluluskan seseorang menjadi anggota polri ataupun CPNS tersebut.

“Ya kembali ini kesekian kalinya kita menerima laporan terkait penipuan dengan modus bisa lulus menjadi anggota Polri dengan membayar sejumlah uang dan sekarang laporan korban masih terus kita dalami dan akan segera memeriksa terlapor SN,” ucapnya, kemarin (6/9).

menerangkan, bahwa sudah di katakan berkali-kali untuk penerimaan dan penyeleksian anggota Polri itu tidak dikenakan biaya apapun dan prosesnya transparan.

Selain itu, ia kembali menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mempercayai pihak manapun yang berucap manis bisa meluluskan dalam tes anggota Polri, walaupun si calo adalah pejabat sekalipun. Seleksi anggota Polri itu sediri murni berdasarkan kemampuan peserta tes dan melalui sistem CAT.

“Tidak ada yang bayar sekarang ini, semuanya sudah transparan tanpa duit, hanya kemampuan para calon peserta itu sendiri yang menentukan lulus atau tidaknya terutama untuk menjadi anggota Polri,” tutupnya. (529)