Inflasi Diprediksi Di Atas 1 Persen

BENGKULU, BE – Tren inflasi yang terjadi di Bengkulu selama tahun ini akan terus terjadi pada bulan Juli ini. Hal ini disampaikan Pimpinan Bank Indoensia (BI) Bengkulu, Yuwono saat ditemui diruang kerjanya kemarin. “Untuk bulan Juli ini kita prediksi Bengkulu akan mengalami Inflasi lebih dari 1 persen,” ungkap Yuwono.
Setidaknya ada 3 hal yang akan memicu terjadinya inflasi di Bengkulu pada bulan Juli ini. Ketiga hal tersebut adalah masuknya tahun ajaran baru, masuknya bulan suci Ramadan dan kenaikan harga BBm yang terjadi di akahir Juni lalu. “Meskipun dampak kenaikan harga BBM telah mempengaruhi inflasi pada bulan Juni lalu, namun pengaruh terbesar kan terjadi pada bulan Juli ini. Terlebih lagi pada bulan ini bersamaan dengan masuknya bulan Ramadan dan tahun ajaran baru yang mempengaruhi harga-harga barang,” jelas Yuwono.
Disisi lain Yuwono sangat mengapresiasi apa yang dilakukan pemerintah terkait impor daging sapi yang dilakukan bulog ataupun impor bawang.  Menurutnya dengan adanya impor tersebut dapat mengerem laju inflasi yang sedang terjadi. Pasalnya stok kebutuhan daging sapi atau bawang dipasaran akan terpenuhi. “Jika ada bahan makanan atau sejnisnya menjadi langka dipasaran tentu akan memicu kenaikan harga yang akan memicu inflasi,” papar Yuwono.
Seperti yang kita ketahui inflasi yang terjadi di Bengkulu sudah mulai sejak bulan Januari sebesar 1,17 persen, Februari 0,69 persen, Maret sebesar 0,72 persen dan April 0,25 persen dan bulan Mei mengalami Deflasi sebesar 0,18 persen dan Juni lalu Bengkulu mengalami inflasi sebesar 0,18 persen.
Sementara itu jika dilihat dari tahun ke tahunnya inflasi yang terjadi di Bengkulu masih pada angka 7,89 persen dan masih tinggi dari inflasi yang terjadi secara nasional. Untuk bulan Juli ini BI perwakilan Bengkulu memperediksi inflasi tahun ke tahunnya akan meningkat dan menyentuh angka 8 persen. “Untuk Y on Y, pada bulan juli ini kita akan memprediksi inflasi yang terjadi akan menyentuh angka 8 persen. Namun kita akan terus berusaha untuk menekan inflasi ini, supaya tidak menyentuh angka dua digit,” pungkas Yuwono.(251)