Infeksi Cacing Kremi, Penyakit Cacingan yang Sering Menyerang Anak-anak

Kristi MG/BE
Fitri Andri Lestari Amd, Keb saat menjelaskan penyakit cacingan yang sering menyerang anak-anak pada jurnalis BE.

BENGKUU BE – Penyakit cacingan adalah infeksi parasit cacing yang tinggal di dalam usus manusia. Ada banyak jenis parasit cacing yang bisa menyebabkan penyakit cacingan pada manusia. Salah satu jenis penyakit cacingan yang paling umum terjadi di seluruh dunia adalah infeksi cacing kremi. Infeksi cacing kremi paling sering terjadi pada anak-anak usia 5 hingga 10 tahun.
”Cacing kremi tipis dan putih, berukuran sekitar 1/4 hingga 1/2 (sekitar 6 hingga 13 milimeter) panjangnya. Tanda awalnya muncul gejala cacing pada anak itu bisanya dilihat dari anaknya kurang nafsu makan, rawel, sakit perut, demam, muntah dan gelisah,” ujar Fitri Andri Lestari Amd, Keb, yang beralamat di Jalan RE Martadinata VI RT 43, Kelurahan Pagar Dewa, Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, saat ditemui BE Jumat sianng (23/10).
Cacing kremi betina bergerak ke daerah anus untuk bertelur. Itulah yang sering menyebabkan gatal-gatal pada dubur. Ketika seseorang anak menggaruk daerah yang gatal, telur akan menempel di jari-jarinya dan menetap di bawah kuku. Telur cacing juga dapat ditransfer dari jari yang terkontaminasi ke makanan, cairan, pakaian atau orang lain.
Telur cacing kremi dapat bertahan hidup selama dua hingga tiga minggu di permukaan. Biasanya, infeksi cacing kremi tidak menyebabkan masalah serius. Akan tetapi infeksi cacing kremi bisa menyebabkan komplikasi seperti, infeksi saluran kemih dan penurunan berat badan.
Agar anak tidak terinfeksi cacing kremi ajarkan anak untuk mengindari menggaruk area anus dan rajin-rajinlah memotong kuku sehingga tidak ada cukup ruang untuk cacing kremi mengumpulkan telur. Selain itu, hentikan kebiasaan menggigit kuku dan yang paling utama, cuci tangan sampai bersih setelah buang air besar dan sebelum makan. (MG3)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*