Industri Manufaktur DI Bengkulu Tumbuh

Bengkulu, Bengkuluekspress.com -Pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (IBS) Provinsi Bengkulu q-to-q (quarter to quarter) Triwulan II 2018 tumbuh sebesar 11.42 persen lebih tinggi dari, pertumbuhan (q-to-q) Triwulan I 2018 yang turun sebesar -6.67 persen. Hal itu dilihat dari data Rilis Badan Pusat Statistik provinsi Bengkulu per 1 Agustus 2018.

Pertumbuhan positif produksi manufaktur besar dan Sedang Provinsi Bengkulu jika dilihat dari q-to-q pada Triwulan II 2018 didorong oleh tumbuhnya produksi Industri Makanan sebesar 15.27 persen walaupun produksi Industri Karet, Barang dari karet dan plastik turun sebesar -0,22 persen. Kondisi ini menggambarkan bahwa kinerja produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Provinsi Bengkulu pada Triwulan II 2018 lebih baik dari triwulan I 2018 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5.86 persen.

” Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Provinsi Bengkulu y-on-y ( Years on Years ) Triwulan II 2018 sebesar 8.93 persen, bertambahnya produksi Industri Manufaktur disebabkan produksi Industri Makanan sebesar 16.62 persen dan Industri Karet, Barang dari Karet dan plastik sebesar 3.19 persen,” terang kepala BPS provinsi Bengkulu Diah Anugerah Kuswardani kepada Bengkuluekspress.com Jumat ( 3/8).

Diah menerangkan,sedangkan Pertumbuhan produksi Industri Mikro dan Kecil (IMK) Provinsi Bengkulu q-to-q Triwulan II 2018 turun sebesar -1.76 persen, lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan I (q to q ) 2018 yang tumbuh sebesar 4.91 persen. Pertumbuhan Produksi Industri Mikro dan Kecil (IMK) Provinsi Bengkulu ( y-on-y ) Triwulan II 2018 sebesar 12.19 persen, lebih rendah dari pertumbuhan pada triwulan I ( y-on-y ) Tahun 2018 sebesar 20.77 persen.

“Hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan produksi industri Manufaktur Mikro dan Kecil Provinsi Bengkulu pada triwulan ll 2018 tidak lebih baik dibandingkan triwulan l 2018 yang tumbuh sebesar 4.91 persen,” tukasnya.

Ada tiga industri Manufaktur mikro dan kecil yang mengalami pertumbuhan positif terbesar yakni, Industri Farmasi, Produk Obat Kimia, dan Obat Tradisional 66.67%, Industri Pengolahan Lainnya 29.27% dan industri furnitur 18.19%. Sedangkan ada tiga Industri lainnya yang mengalami pertumbuhan produksi negatif paling besar yaitu, Industri Barang Logam, Bukan Mesin, dan Peralatannya (-37.69%), dan Industri Karet, Barang plastik (- 16.67%). (HBN)