In Memoriam Politisi Senior Bengkulu Kurnia Utama

Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Ihsan Fajri SSos

Putra Terbaik Bengkulu, Dikenal Konsekuen dan Tegas

Innalillahi wainnailaihi rojiun. Ucapan inilah yang keluar untuk sosok almarhum Kurnia Utama SSos MSi atau yang akrab disapa Kukun. Sosok yang dikenal konsekuen, perhatian dan tegas sangat melekat dengan diri almarhum.

BENGKULU EKSPRESS

Provinsi Bengkulu berduka atas meninggalnya Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya (DPD) Golkar Provinsi Bengkulu, sekaligus Wakil Ketua III DPRD Provinsi Bengkulu, Kurnia Utama SSos MSi atau yang akrap dengan sebutan Kukun. Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya di RS Cipto Mangun Kusumo Jakarta pada kemarin (22/3) sekitar pukul 03.00 WIB. Almarhum yang meninggalkan 1 istri, 3 anak, 1 menantu dan 3 cucu ini harus tutup usia karena penyakit gula yang sudah lama dideritanya. Sosok arif bijaksana dimata keluarga almarhum ini, seolah tak ingin melepas kepergiannya. Keluarga, kerabat, pejabat hingga tokoh masyarakat berduyun-duyun mendatangi rumah duka di Jalan Kampar Kelurahan Lepuing Kota Bengkulu.

Jenazah Kukun sendiri tiba di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu sekitar pukul 13.30 WIB siang kemarin, langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Kampar, Padang Harapan, Kota Bengkulu. Jenazah di salatkan setelah salat Asyar di Masjid Baitul Izzah Padang Harapan. Sekitar pukul 17.00 WIB, selanjutnya berangkatkan ke tempat pemakaman keluarganya di Sukarami, Bengkulu Tengah yang dilepas langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Ihsan Fajri SSos.

“Kepada seluruh masyarakat Bengkulu mohon kiranya memaafkan kesalahan almarhum semasa hidupnya, baik disengaja ataupun tidak disengaja. Mari kita berdoa semoga Allah menerima semua amal baiknya dan memberikan tempat yang layak disisi-Nya,” kata Ihsan.

Dengan kepergian Kukun, Ihsan pun mengaku sangat kehilangan, karena selama ini Kukun merupakan sahabatnya sebagai pimpinan DPRD dan tokoh politik senior di Provinsi Bengkulu.

Almarhum sendiri yang banyak dikenal dengan sosok konsekwen, perhatian dan tegas ini terus melekat disetiap orang yang kenal dengannya. Mantan Ketua DPR RI yang saat ini menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar DPR RI, Setya Novanto langsung terbang ke Bengkulu saat mengetahui sahabatnya, Kurnia Utama sudah pergi untuk selamanya. Setya Novanto bersama petinggi Golkar lainnya tampak hadir di rumah duka, ikut mensalatkan dan ikut mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhirnya bersama Gubernur Bengkulu Dr H Ridwan Mukti dan Senator H Ahmad Kanedi SH MH, sore kemarin.

“Kami sengaja datang ke Bengkulu untuk mengunjungi almarhum Pak Kukun, di samping itu juga ada agenda lain yang sudah direncanakan sebelumnya,” ujarnya.

Setya Novanto turut kehilangan, karena ia mengaku sudah bersahabat dengan Kukun sejak belasan tahun silam. “Almarhum adalah sahabat baik saya, saya kenal betul bahwa beliau adalah sosok pemimpin yang tegas, bijak dan berwibawa,” kenangnya.

Senada diungkapkan oleh rekan almarhum, H Muslihan DS SSos MSi ini bahwa almarhum sangat baik sekali dan mampu untuk memperhatikan bahwa-bahwanya walapun dirinya sendiri terkadang sampai tak memikirkan dirinya sendiri.
“Beliau ini sangat menghormati orang yang lebih tua darinya. Tapi almarhum ini juga sangat mempu untuk memperhatikan bahwannya. Walapun kadang sampai tidak memperhatikan dirinya sendiri,” ujar Muslihan kepada BE, kemarin.

Mantan Bupati Rejang Lebing ini juga mengungkapkan bahwa selama 5 proide menjabat menjadi anggota DPRD Provinsi Bengkulu, almarhun juga sangat dikenal dengan gagasan yang cemerlang dan sopan dalam berpendapat. Oleh karena itu, almarhum terus dipilih rakyat dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Karir politik beliau sangat bagus sekali, diusia yang ke 56 ini karir politiknya terus meningkat dan berkembang,” papar mantan politisi Golkar ini.

Sementara itu, almarhum yang diterbangkan dari Jakarta dan sampai di Bengkulu sekitar pukul 16.00 WIB ini langsung disambut dengan tangisan keluarga serta kerabat almarhum. Setelah sampai dikediaman duku, almarhum pun langsung disambut keluarga dan kemudian disolatkan di Masjid Raya Baitul Izzah Provinsi Bengkulu. Mantan Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah yang mewakili keluarga almarhum pun menyampaikan permintaan maaf bila almarhum selama ini pernah melakukan salah. Ia pun juga minta kepada masyarakat untuk dapat mendoakan almarhum agar dapat dihapuskan dosa-dosa selama ada di dunia.

“Tiada yang banyak diucap, kecuali kata maaf kami dari keluarga atas kesalahan almarhum semasa hidupnya. Doapun kami minta haturkan, agar alhmarhum dapat diterima disisi Allah SWT,” ungkap Junaidi.

Setelah di salatkan, almarhum pun langsung dikebumikan di makam keluarga yang berada di Desa Sukarami Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Tengah. Gubernur Bengkulu Dr H Ridwan Mukti ikut menjemput almarhum dari Bandara hingga prosesi pemakaman, mengungkapkan rasa sedih yang mendalam atas dana Provinsi Bengkulu dan Nama Golkar Bengkulu.

“Kami sangat merasa kehilangan sekali, kepada kader muda dan politisi muda ini. Jasa beliu sangat banyak sekali untuk membangun Bengkulu yang kita sayangi ini. Mudah-mudahan beliu dapat dilapangkan kubur dan dihapuskan segala dosa-dosanya,” pungkas Gubernur.

Kukun sendiri meninggalkan 1 orang istri, 3 anak, 1 menantu dan 3 orang cucu.

Almarhum merupakan orang yang paling lama menjadi anggota DPRD Provinsi Bengkulu, yakni dari 1997 hingga 2009. Selanjutnya 2009-2014 menjabat sebagai Ketua DPRD dan 2014-2019 menjabat sebagai Wakil Ketua III.

Selain itu, Kukun juga menduduki jabatan strategis di Partai Golkar tingkat I Provinsi Bengkulu, yakni sebagai Ketua DPD sejak 2005 hingga 2015, dan terpilih kembali secara aklamasi sebagai ketua DPD Golkar pada 2015 lalu untuk periode 5 tahun ke depan. (400/151)