Imigrasi Bengkulu Sidak PLTU

IST/Bengkulu EkspressPENDATAAN: Imigrasi Bengkulu melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap Tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Teluk Sepang, Kota Bengkulu, Rabu (26/6).

Ketakutan, 9 TKA Kabur

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – 9 tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang bekerja di proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Teluk Sepang, Kota Bengkulu, kabur alias kocar-kacir berlari ke tepi pantai, ketika petugas Imigrasi Bengkulu melakukan inspeksi mendadak (Sidak), Rabu (26/6). TKA tersebut kabur karena takut bertemu petugas imigrasi Bengkulu.

Kepala Kantor Imigrasi Bengkulu, Samsu Rizal mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait rutin menggelar razia TKA di proyek PLTU Teluk Sepang, Kota Bengkulu untuk mencocokan data TKA yang dimiliki Imigrasi dengan data yang ada di pihak perusahaan.



“Kami bersama petugas Kanwil Kemkumham Bengkulu rutin memeriksa keberadaan TKA di proyek PLTU Teluk Sepang guna memastikan data pekerja asing yang kami miliki dengan data yang ada di pihak perusahaan yang mempekerjakan mereka di proyek tdrsebut,” ujar Samsu Rizal.

Dari hasil pengecekan, petugas menemukan 9 orang TKA yang bekerja di kawasan PLTU Pulau Baai. Meskipun 9 TKA tersebut memiliki dokumen izin tinggal terbatas (ITAS) yang dikeluarkan oleh Kanim Kelas I TPI Bengkulu, namun pekerja asal Tiongkok ini malah lari ketika melihat petugas imigrasi Bengkulu datang ke lokasi proyek pembangunan PLTU. “Mereka semuanya memiliki dokumen resmi tinggal sementara, tetapi ketika melihat petugas semuanya lari, karena takut,” kata Samsu Rizal.

Meski begitu, Ia tetap meminta kepada masyarakat bila menemukan TKA ilegal segera melaporkan ke Kantor Imigrasi Bengkulu. Ini dilakukan agar tidak ada pekerja asal luar negeri yang berkeliaran di Indonesia.”Silakan warga Bengkulu melapor ke Imigrasi bila mengetahui ada TKA ilegal yang bekerja di daerah ini, termasuk TKA asal Tiongkok yang di proyek PLTU Teluk Sepang. Jika benar ada TKA ilegal bekerja di Bengkulu, segera kita proses dan TKA bersangkutan kita deportasi dari Bengkulu,” tutur Samsu Rizal.

Sementara itu, Warga Teluk Sepang Kota Bengkulu, Hasan, (46) mengatakan, sudah beberapa kali menyaksikan TKA asal Tiongkok di proyek PLTU Teluk Sepang sering lari ke tepi pantai jika ada Sidak petugas Imigrasi dan Disnakertran Bengkulu. “Saya tidak mengerti kenapa mereka lari. Padahal, setahu saya mereka resmi masuk ke Bengkulu, mungkin mereka takut dan was-was karena banyak temannya sudah diciduk petugas Imigrasi,” tutupnya.

Seperti diketahui proyek PLTU berbahan bakar batu bara tersebut berkapasitas 2 x100 megawatt (MW) berlokasi di Teluk Sepang, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Pembangunan proyek energi ini didanai modal asing dari Tiongkok. PLTU Teluk Sepang, Kota Bengkulu mulai dibangun pada tahun 2017 lalu dan diharapkan selesai dan berproduksi pada akhir tahun 2019 ini.(999)