Imbas Kenaikan BBM Pasar Sepi Pembeli

ARGA MAKMUR, BE – Naiknya harga BBM mengakibatkan kenaikan harga kebutuhan pokok mencapai 25 persen. Akibatnya kondisi pasar Purwodadi Arga Makmur sepi pembeli. Kondisi ini sangat dikeluhkan pedagang karena mengalami penurunan penghasilan. Bahkan saat ini banyak toko-toko yang tutup karena dagangannya tidak laku.” Naiknya BBM berimbas dagangan kami kurang laku, ” kata Murni, salah seorang pedagang di Pasar Purwodadi.
Kadis Perindag BU, Drs H Yarmidal MM mengatakan sebagian pedagang menaikkan harga barang tersebut karena mengetahui harga BBM sudah naik. Ini dikarenakan biaya yang dikeluarkan juga mengalami peningkaran. ” Sebagian harga bahan pokok dan sembako sudah naik dari distributor. Namun untuk rincian kenaikan harga tersebut memang belum ditetapkan,” terang Yarmidal.
Dikatakannya, dalam waktu dekat ini, Disperindag akan sidak pasar terkait kenaikan harga sembako dipasaran. Pasalnya dua momen datang berdekatan, yakni kenaikan harga BBM dan bulan Ramadhan yang sering terjadi kenaikan harga. ” Dikhawatirkan ada oknum yang memanfaatkan dua momen tersebut untuk mengeruk keuntungan,” jelasnya.
Dipastikan untuk kebutuhan pokok masih normal, meski selisih harga dari biasanya terjadi. Diketahui harga cabe mencapai Rp 45 ribu/kg sebelumnya hanya Rp 30 ribu/kg, bawang merah Rp 32 ribu/kg sebelumnya Rp 28 ribu/kg, bawang putih Rp 20 ribu/kg sebelumnya Rp 18 ribu/kg, cabe rawit 28 ribu/kg sebelumnya Rp 25 ribu/kg, telur Rp 35 ribu perkarpet sebelumnya Rp 29 ribu perkarpet, minyak goreng curah Rp 12 ribu/kg sebelumnya Rp 9 ribu/kg, ayam potong sebelumnya Rp 35 ribu/kg saat ini menjadi Rp 40 ribu/kg, serta harga daging sapi dari sebelumnya Rp 70 ribu/kg menjadi Rp 95 ribu/kg. (117)