Iman Didoakan Jadi Gubernur BI

BENGKULU,BE – Mantan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bengkulu Causa Iman Karana didoakan menjadi Gubernur Bank Indonesia. Ini lantaran kiprah dan prestasinya selama bertugas di Provinsi Bengkulu dianggap sangat baik.

Saat ini, ia menjadi Deputi Bank Indonesia Yogjakarta, digantikan Yuwono yang sebelumnya menjabat Auditor Intern Bank Indonesia Pusat. Serah-terima jabatan dilakukan di Hotel Santika dihadiri unsur Forum Koordinasi Pemerintahan Daerah (FKPD) dan unsur perbankan.

Iman, sapaan akrabnya, sudah bertugas di Bengkulu sejak tahun 2009. Namun waktu itu  dianggap singkat. “Dalam waktu yang  singkat itu, sudah banyak yang diperbuat bagi masyarakat Bengkulu,” kata Sekprov Dsr H Asnawi A Lamat MSi, kemarin.

Ia mengatakan ada beberapa hal  yang dilakukan sosok Iman sejak bertugas di Bengkulu. Antara lain memberikan pembinaan terhadap bank-bank, sehingga pertumbuhan perbankan di Bengkulu sangat baik. Terutama Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bank Bengkulu.

BI juga sebagai tim pengendali inflasi daerah di Provinsi Bengkulu. Selain itu, BI masuk dalam tim MP3EI Provinsi Bengkulu, dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi. “BI juga menjadi pelopor penyaluran CSR,” katanya.

Iman juga aktif  sebagai tim peningkatan kinerja ekspor dan impor, serta sebagai pelopor ketahanan pangan dengan terjun langsung melakukan pembinaan  di Desa Srikanton dan beberapa desa binaan lainnya. “Sehingga, kami mengusulkan Pak Iman sebagai salah satu kandidat yang akan menerima penghargaan dari presiden,” katanya.

Ia mengatakan banyak prestasi yang dilakukan oleh pria yang hobi bersepeda itu selama di Bengkulu.

“Kami mengucapkan

terimakasih.

Mudah-mudahan beliau

(Causa Iman Karana) menjadi

Gubernur  Bank Indonesia,”

katanya.

Sedangkan Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono mengatakan akan memerintahkan Pemimpin Bank Indonesia Bengkulu yang baru melanjutkan program-program yang telah dilakukan. “Prestasi ini perlu dilanjutkan. Seperti peran aktif mengendalikan inflasi, pemetaan potensi daerah,” katanya.

Ia mengatakan  pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu mencapai 6,3 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 6 persen setiap tahun. Sedangkan pertumbuhan ekonomi di Sumatera hingga saat ini rata-rata 5,8 persen. “Pertumbuhan sektor ekonomi di Bengkulu itu tidak lepas dari pelayanan perbankan melalui penyaluran berbagai kredit kepada masyarakat. Padahal berbagai komoditas perkebaunan dan pertanian di Bengkulu rata-rata turun, namun tingkat perekonomian masyarakat justru membaik,” katanya.

Ia mengatakan secara nasional tingkat impor di tanah air masih tinggi, sehingga berdampak pada melemahnya nilai rupiah.Bank Indonesia akan melakukan berbagai upaya antara lain meningkatkan sektor perekonomian di daerah-daerah.  Bank Indonesia berhasil meningkatkan ekonomi masyarakat kecil dengan melakukan pembinaan pada desa-desa berpotensi untuk ditingkatkan pendapatannya.  “Seperti di Bengkulu BI sudah melakukan beberapa desa binaan dengan jenis usaha ternak ikan dan ekonomi masyarakat lainnya, hal itu bisa ditingkatkan oleh pejabat BI yang baru,” katanya.

Causa Iman Karana kepada wartawan mengatakan masih ada mimpinya belum terwujud selama betugas di Bengkulu. Mimpi itu yaitu mendirikan Bank di Pulau Enggano. Bank Indonesia sudah lama memiliki niat, agar sekitar 2800 warga Enggano, mendapatkan akses pelayanan perbankan. “Niat saya membentuk membawa bank di Enggano belum terwujud. Harapan saya, pemimpin yang baru bisa melanjutkan rencana ini, dan program-program lainnnya segoma lebih baik,” ujarnya.

Kepala Kantor Perwakilan BI Bengkulu Yuwono yang baru saja dilantik mengatakan  akan terlebih dahuu melakuka koordinasi dengan jajarannya, perbankan dan lainnya. “Tentu, saya akan melanjutkan program-program yang lama, baik yang belum dilakukan dan sudah dilakukan,” katanya.(100)