Disambar Petir, Imam Masjid Nyaris Tewas

SELUMA TIMUR, BE-Imam masjid At Taqwa Kelurahan Bungamas Kecamatan Seluma Timur, Suhirman (60) terpaksa dirawat intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tais selama 1 kali 24 jam. Nyawa Suhirman nyaris melayang saat berada di pondok sawah akibat disambar petir, ketika istirahat usai salat Ashar. Dalam peristiwa tersebut, hanya bangunan pondok berukuran 2,5 meter x 3 meter menjadi hancur berantakan menjadi sasaran petir.

Peristiwa yang hampir membuat sang imam tewas tersebut terjadi pukul 16.00 WIB Sabtu (17/11). Suhirman beruntung selamat, karena tubuhnya tak sempat tersambar api petir. Namun, korban sempat tak sadarkan diri selama 1,5 jam di dalam pondok yang sudah hancur itu tanpa diketahui warga karena sendirian. Baru setelah pukul 18.00 WIB, sejumlah warga Bungamas yang pemukimannya bersebelahan dengan sawah milik korban itu menemukan korban.

Korban langsung dilarikan ke RSUD Tais oleh sejumlah warga yang menemukannya. Al hasil, setelah beberapa saat dirawat, korban mulai sadarkan diri. Namun, hingga diperbolehkan pulang oleh dokter rumah sakit siang kemarin, kondisi korman masih lemas dan trauma. Tapi secara fisik, kondisi kesehatan korban sudah membaik. ”Kalau kata dokternya, dia tauma karena yang luar biasa. Tubuhnya tidak ada yang cidera fisik, mungkin karena kaget luar biasa itu,” ungkap famili korban, Burman (60).

Menurut Burman, sebelum kejadian, korban sengaja istirahat di pondok sawah setelah turun hujan deras saat korban bekerja memperbaiki salah satu rumah warga di desak sawah tersebut. Ketika sedang tertidur, tiba-tiba pondok seperti dihantam peluru kendali oleh petir yang menyambar. Tapi, untuk korban masih dapat diselamatkan.

Sementara itu, Kepala Urusan Agama (KUA) Seluma Timur, Aidi Muksin SAg membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dikatakannya, pihaknya sudah mendapat laporan soal kondisi imam masjid Ay Taqwa itu sudah mulai membaik. ”Kita dapat infromasi dari warga ada musibah yang dialami imam masjid. Tapi, alhamdulillah kondisinya sudah mulai membaik,” katanya. (444)