Imam Masjid Meninggal Saat Takbiran

IST/Bengkulu Ekspress Walikota Bengkulu Helmi Hasan dan Wawali mendatangi rumah duka sekaligus mendoakan almarhum sebelum dimakamkan.

Walikota dan Wawali Datangi Rumah Duka

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Mendengar kabar duka telah meninggal dunia Imam Masjid Nurul Huda, Harun (61) saat malam takbiran idul Fitri 1440 Hijriah, Walikota Helmi Hasan dan Wakil Walikota Dedy Wahyudi langsung mendatangi rumah duka di Kelurahan Penurunan Kota Bengkulu, Rabu (5/6). “Innalillahi wainna ilaihi rajiun, Pemerintah Kota Bengkulu turut berduka cita atas meninggalnya imam terbaik yang ada di Kota Bengkulu,” ucap Helmi Hasan.

Menurutnya, Kota Bengkulu telah kehilangan salah satu imam terbaiknya. Namun meninggal secara baik dalam keadaan sedang melaksanakan ibadah di bulan yang baik. “Seperti kita ketahui pak imam ini meninggal pada hari baik bulan baik, semua orang pasti ingin meninggal seperti ini, meninggal dalam keadaan salat dan pada tempat yang paling mulia, habis bulan Ramadan,” ucap Helmi Hasan kepada keluarga.

Untuk diketahui, almarhum ustadz Harun meninggal dunia saat sedang berada dalam Masjid Nurul Huda, Penurunan usai menunaikan Salat Isya dan Takbiran pada Selasa (4/6), dan dimakamkan pada Rabu sore yang dibawa langsung oleh ambulans dari RSHD Kota Bengkulu.

Helmi berpesan agar tetap bersabar atas cobaan dan mudah-mudahan diberikan ketabahan dari Allah SWT, sebab bagi orang-orang yang bersabar pasti akan diberikan yang terbaik dari Allah SWT. “Pemerintah Kota Bengkulu menyatakan duka yang mendalam, semoga almarhum diampuni dosa dosanya, diterima amal ibadahnya, serta ditempatkan tempat yang layak surga Allah,” tuturnya.

Salah satu menantu almarhum, Reinol Aplhis mengatakan bahwa ia mendapat kabar almarhum sedang menjadi imam salat Isya di masjid dan secara mendadak meninggal dunia. Di sisi lain ia mengapresiasi perhatian dari Walikota dan Wakil Walikota atas duka yang dialami keluarganya. “Tidak ada firasat apapun sebelum kepergian almarhum, tapi memang ada penyakit jantung sudah 3 tahun,” singkat Reinol. (805)