Ilmuwan Rusia Berhasil Merilis Meteorit Chelyabinsk

MOSCOW–Para ilmuwan di Rusia telah merilis gambar mikroskopis dari fragmen meteorit yang menghajar dataran Rusia tengah pada Februari lalu.

Laman BBC menyebutkan, sebuah tim dari Universitas Federal Ural sejauh ini berhasil menganalisis beberapa dari puluhan sampel setelah ditemukan. Teknik yang digunakan memungkinkan menilai susunan materi kimia pada batuan meteroit di tingkat mikroskopis.

Hal itu dinilai bisa memberikan informasi tambahan susunan batuan tersebut dan perjalanan yang ditempuhnya sebelum menghantam bumi.

Fragmen tersebut hanya mewakili sebagian kecil dari sisa-sisa seluruh meteorit yang diduga berukuran 17 meter. Meteor tersebut memasuki atmosfer bumi dan meninggalkan jejak cahaya spektakuler di atas Kota Chelyabinsk.

“Fragmen itu mengandung sejumlah mineral standar, termasuk olivin, piroksen, troilite dan kamacite. Mineral ini yang hanya dapat ditemukan di luar angkasa. Hal itu mengkonfirmasi sifat extraterrestrialnya,” kata Viktor Grokhovsky.

Dijelaskannya, tim peneliti menggunakan mikroskop elektron yang difokuskan ke bagian kecil dari sampel. “Bagi para peneliti yang mencari meteorit ini, hal itu akan memberikan informasi tentang mineral yang dikandungnya,” lanjutnya.

Meteor yang jatuh di Chelyabinks, Siberia, Rusia melukai lebih dari 1.000 orang serta membuat kepanikan massal di kota berpopulasi 1 juta orang itu. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memperkirakan meteor itu seukuran bus dan berbobot sekitar 7 ribu ton. Namun, kekuatannya sangat dahsyat hingga 20 kali bom atom Hiroshima.

Meteor yang meluncur ke wilayah barat Siberia itu masuk atmosfer bumi pada pukul 09.20 pagi waktu setempat dengan kecepatan sedikitnya 54 ribu kilometer per jam dan meledak di ketinggian 30-50 kilometer.

Gelombang kejutnya diperkirakan memecahkan kaca seluas 100 ribu meter persegi dan merusak 3 ribu gedung di kota itu. (esy/jpnn)