Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Bengkulu Ikut Pecahkan Rekor MURI

Bengkulu
REWA/Bengkulu Ekspress Ketua IBI Provinsi Bengkulu Yusniar SSt MM (tengah) berfoto bersama tim pemeriksaan IVA pada saat meninjau pemeriksaan IVA di Puskesmas Lingkar Timur pagi kemarin (5/7).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bengkulu ikut serta memecahkan catatan Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan melakukan pemeriksaan Inpeksi Visual dengan Asam asetat (IVA) terbanyak se-Indonesia.

Se-Nasional IBI menarget 31.104 orang wanita berkeluarga akan diperiksa oleh 10.368 bidan dari seluruh Indonesia dan di Provinsi Bengkulu ditargetkan sebanyak 1500 orang akan menjalani pemeriksaan IVA.

Ketua IBI Provinsi Bengkulu Yusniar SSt MM mengatakan Pemecahan rekor MURI tersebut rangka memperingati HUT ke-66 IBI dan Hari Bidan Internasional tahun 2017.

“Pemeriksaan IVA ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia termasuk kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu dan akan berupaya memecahkan rekor MURI untuk pemeriksaan IVA terbanyak dan serentak di seluruh Indonesia,” ujar Yusniar saat meninjau pemeriksaan IVA di Puskesmas Lingkar Timur kemarin (5/7).

IBI Provinsi Bengkulu menargetkan ribuan orang pada kegiatan pemeriksaan IVA serentak di seluruh Indonesia tersebut. Untuk diketahui IBI senasional menargetkan sebanyak 31.104 orang wanita berkeluarga untuk dilakukan pemeriksaan IVA sejak dini. “Target kita di Provinsi Bengkulu sebanyak 1500 orang menjalani pemeriksaan IVA yang dilakulan oleh ratusan tenaga kesehatan yang sudah terlatih,” jelas Yusniar.

Ditambahkan Yusniar, Di Provinsi Bengkulu ada 110 tenaga bidan yang sudah menjalani pelatihan untuk mendeteksi dini penyakit kanker leher rahim atau serviks dengan metode skrining IVA.

“Kita tau penyakit mematikan yang paling banyak membunuh perempuan adalah kanker leher rahim atau serviks. Sehingga perlu mendeteksi sedini mungkin untuk mencegah penyakit tersebut,” tambah Yusniar.

Yusniar mengaku kegiatan pemeriksaan kanker leher rahim atau serviks ini, di Provinsi Bengkulu dilakukan di 9 kabupaten dan kota. Untuk di Kota Bengkulu sendiri, dilakukan di 8 titik. 8 titik diantaranya puskesmas Ratu Agung, Puskesmas Lingkar Timur, Puskesmas Kampung Melayu, Puskesmas Lingkar Barat, Stikes TMS, Puskesmas Teluk Segara, Puskesmas Gading Cempaka, dan Puskesmas Jalan Gedang. “Salah satunya di Puskesmas Lingkar Timur, di Puskesmas ini kami menargetkan lebih kurang 30 orang untuk dilakukan pemeriksaan skrining IVA,” aku Yusniar.

Yusniar melanjutkan, pemeriksaan skrining dengan IVA ini dilakukan 1 tahun 1 kali kepada perempuan yang sudah menikah atau berkeluarga. Sehingga apabila ditemukan gejala kanker serviks, sedini mungkin dapat dicegah sebelum terlambat.

“Jadi pemeriksaan hanya setahun sekali, dan perlu diketahui mencegah lebih baik daripada mengobati, segera periksa di Puskesmas terdekat,” lanjut Yusniar.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Lingkar Timur Liliana SST SKM mengatakan setiap hari rabu pihaknya selalu melayani pemeriksaan IVA kanker serviks kepada para perempuan untuk dilakukan deteksi dini. “Pemeriksaan IVA setiap tahun hanya dilakukan pemeriksaan 1 kali sehingga bagi kaum ibu yang belum diperiksa silahkan datang ke Puskesmas kami,” kata Liliana.

Liliana menjelaskan di Puskesmas Lingkar Timur ada 3 orang tenaga kesehatan yang sudah menjalani latihan skrining IVA. Selain itu pelayanan juga akan dibantu oleh beberapa tenaga kesehatan lainnya. “Jadi silahkan datang untuk pemeriksaan skrining IVA, kami ada 1 orang dokter dan 2 orang bidan yang sudah menjalani latihan IVA,” pungkas Liliana.(999)