Ikan Segar Kepahiang Rajai Pasar Sumsel

Bupati Bando Amin saat melakukan panen kolam air deras milik H Saukani kemarinBudidaya ikan air deras di Kepahiang ternyata sangat diminati oleh Provinsi tetangga Sumatera Selatan (Sumsel). Rata-rata ikan air deras segBupati Bando Amin saat melakukan panen kolam air deras milik H Saukani kemarinar asal Kepahiang mendominasi empat wilayah di Sumsel yakni Muara Enim, Prabumulih, Lubuklinggau dan Pelambang. Mau tahu proses budidaya ikan air deras di Kepahiang sampai akhirnya diminati masyarakat Sumsel, berikut laporanya.

A GAFUR, Kepahiang

Begitu panen, ikan langsung ditunggu oleh para pengusaha ikan segar asal Sumatera Selatan (Sumsel). Itulah yang dialami oleh salah satu pembudidaya ikan air deras di Kepahiang, H Saukani. Dikolam ikan air deras miliknya di Desa Permu Kepahiang, langsung menjadi incaran dari pencari ikan segar asal Sumsel. “Saat ini kita berhasil memanen ikan air deras sekitar 25 ton. Ikan ini langsung diambil pengusaha ikan Mirasih asal Lubuklinggau Sumsel,” ujar Saukani saat melakukan panen ikan dikolam ikan miliknya yang langsung dihadiri oleh Bupati Kepahiang Drs H Bando Amin C Kader MM, kemarin.
Dikatakannya, tahun ini sebanyak 40 ton ikan segar akan langsung dibawa ke Sumsel dari 2 kolam ikan budidaya sendiri yang berada di desa Permu dan desa Karang Anyar Kepahiang. “Untuk panen tahap awal ini dilakukan pada kolam di Desa Permu yang diperkirakan hasilnya mencapai 25 ton. Angka itu didapat dari pakan yang dihabiskan mencapai 1008 sak dengan ukuran 30 kg/sak. Untuk bibit dikolam ini mencapai 8 ton. Sedangkan yang di Karang Anyar diperkirakan panennya mencapai 15 ton dengan bibit awalnya 4 ton,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Kepahiang Drs H Bando Amin C Kader MM mengharapkan, budidaya kolam air tawar yang digeluti oleh H Saukani yang juga menjabat sebagai Kabag Kesra Pemkab Kepahiang ini, dapat dijadikan contoh ataupun motivasi bagi warga kabupaten Kepahiang lainnya.  “Budidaya ikan air tawar ini merupakan salah satu program kita. Dengan demikian sudah seharusnya ini dapat dijadikan contoh bagi masyarakat luas. Terlepas dari hal itu, Kabag Kesra harus mampu menjadi motivator warga untuk mengembangkan budidaya ikan ini,” ujar Bando.
Dibagian lain, Toke Ikan Mirasih asal Lubuklinggau Sumsel, Putra Candra alias Roy (33) mengatakan, hasil panen dari kolam ini akan langsung didistribusikan ke beberapa daerah di Sumsel. Sejauh ini dirinya membeli ikan dari Kabupaten Kepahiang karena ikannya jauh lebih bagus dibandingkan ikan di beberapa daerah di Bengkulu.
“Harga jualnya cukup tinggi, untuk mengangkut ikan ini saja kita telah menyiapkan 4 armada 1 diantaranya pick up selebihnya truk. Untuk truk muatannya mencapai 1,5 ton sedangkan pick up mampu mengakut 720 Kg ikan,” katanya.(**)