Ijuk Curup Dijual ke Bali

Kumpulan ijuk aren disalah satu pengepul di Desa Air Meles Atas Kecamatan Selupu Rejang Lebong. Ijuk dari Rejang Lebong ini dikirim hingga ke Bali sebagai bahan pembuatan kerajinan.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Keberadaan batang aren di Kabupaten Rejang Lebong memberikan manfaat yang banyak bagi para petani. Ternyata selain air niranya yang disadap untuk dijadikan gula merah atau buahnya untuk dijadikan kolang kaling, ternyata ijuknya juga memiliki nilai ekonomis.

Ijuk aren dari Kabupaten Rejang Lebong, selain dijual untuk berbagai keperluan di Provinsi Bengkulu namun juga diluar ke beberapa daerah termasuk hingga ke bali.

Di Bali ijuk aren dari Kabupaten Rejang Lebong ini digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat kerajinan.”Sebagian besar ijuk yang kami kumpulkan dari masyarakat ini kami kirim ke bali untuk dijadikan bahan dasar pembuatan kerajinan tangan,” terang Arohman (37) salah satu pengepul ijuk di Desa Air Meles Atas Kecamatan Selupu Rejang.

Ditingkat petani sendiri, menurut Rohman harga satu kilogram ijuk yang sudah dibersihkan atau dibuang lidinya Rp 2 ribu.

Permintaan akan ijuk aren ini sendiri menurutnya tidak pernah putus, karena memang selain untuk bahan kerajinan tangan, ijuk aren ini juga bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan lain seperti pembuatan sapu maupun tali tambang.

“Setidaknya ijuk ini bisa menjadi penghasilan tambahan bagi para petani disini yang setiap kebunnya memiliki batang aren,” tambah Rohman.

Menurut Rohman, keberadaan ijuk yang ada dibatang aren dalam kurun waktu tertentu harus dibersihkan oleh para petani, untuk memaksimalkan produksi nira dari batang aren itu sendiri.

Sebelum adanya pengempul ijuk-ijuk tersebut dulunya dibuang saja oleh para petani. Namun setelah ada pengepul saat ini ijuk dari batang aren sudah memiliki nilai ekonomis.

Ketersediaan ijuk aren sendiri, menurut Rohman juga selalu tersedia, karena memang di Rejang Lebong khususnya di Desa Air Meles Atas dan sekitarnya hampir setiap kebun warga memiliki batang aren dan jumlahnya tidak sedikit.

Aren-aren yang ada tersebut menurutnya selain ditanam oleh para petani biasanya tumbuh dengan sendirinya.”kalau batang aren disini, sebagian ditanam sebagian tumbuh dengan sendirinya, dan setiap kebun pasti ada, sehingga ketersediaan ijuk selalu ada,” demikian Rohman.(251)