Identitas Perampok PT Pos Terendus

RATU SAMBAN, BE – Aparat kepolisian di Bengkulu kini konsentrasi penuh mengungkap kasus perampokan PT Pos Indonesia Cabang Bengkulu yang merenggut korban jiwa, Rabu lalu (13/6). Setelah melakukan penggeledahan di berbagai tempat, akhirnya kepolisian menemukan titik terang identitas 2 perampok sadis yang menggasak uang Rp 260 juta. Keduanya merupakan residivis kambuhan, So (39) dan BY (27). Senjata api yang digunakan pelaku juga berhasil teridentifikasi jenis browning. Ini setelah satu buah proyektil berhasil ditemukan seputaran lokasi kejadian. Dari informasi yang dihimpun BE, salah satu pelaku, So pernah terlibat kasus perampokan Toko Khatulistiwa di Jalan KZ Abidin I tahun 2008 silam. Pelaku So juga disebut-sebut jika belum genap satu tahun bebas dari Lapas Malabero setelah tertangkap awal tahun 2009 dalam kasus perampokan toko Khatulistiwa. Pelaku dikenal sebagai penjahat yang sadis karena tak segan-segan menyakiti korbannya. Ini terungkap setelah polisi mempelajari modus operandi dan gaya pelaku pelaku menjalankan aksinya. Seorang saksi yang merupakan tetangga So di Losmen Hayani Jalan Sutoyo Padang Jati juga membenarkan analisa tersebut. “Lanang itu memang tinggal di siko lah beberapo bulan terakhir. Dio jugo dulu terlibat aksi yang di Khatulistiwa,” terang salah seorang penghuni Losmen Hayani tersebut. Kapolres Bengkulu AKBP H Joko Suprayitno SST MK mengungkapkan, pelaku memang sudah masuk dalam daftar hitam aparat kepolisian. “Pelaku penembak bernisial So. Dia pernah terlibat perampokan Khatulistiwa. Sedangkan pelaku BY pengemudi motor Mio putih itu residivis kasus pencurian berbeda. Kuat dugaan jika pelaku masih memiliki senpi. Ini terindikasi dari sejumlah pengeledahan yang menemukan peluru aktif,” ujar Kapolres menyakini kedua pelaku bersembunyi di tempat yang berbeda.

Analisa Kapolres, pelaku adalah jebolan kelompok profesional. Aksi pelaku yang sadis dan cukup rapi sudah menunjukkan kepiawaian. Menurutnya, tidak semua penjahat yang biasa menggunakan senpi. Terlebih lagi dari barang bukti yang didapat berupa senpi dan ratusan peluru. Di sisi lain, pihaknya memantau sejumlah orang yang sudah masuk dalam penjara dan pun yang akan keluar penjara. “Saat ini kami masih menyelidiki asal pelaku mendapat senpi dan peluru tersebut. Kami juga menyelidiki adanya sejumlah orang yang termasuk dalam komplotan ini,” ucapnya.

Masih Ditahan
Sementara itu, satu orang wanita berinisial IW alias EE saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Kuat dugaan EE mengetahui dan ikut terlibat dalam aksi yang dilakukan SO dan BY. Meski tetap mengelak keterlibatannya dalam kasus ini, EE disudutkan dengan sejumlah barang bukti yang ditemukan dan keterangan saksi. “Semua bisa saja terjadi. Kita minta doanya agar kasus ini bisa dituntaskan sebagai kado spesial di hari Bhayangkara nantinya,” terang Kapolres. Dari informasi yang di himpun BE, jika EE dan SO memiliki KTP yang beralamat jalan Kuala Alam No 15 Lempuing. Sedangkan satu orang pelaku lagi belum berhasil ditemukan. Pelaku SO dan EE serta korban telah saling kenal dan mengetahui. Ini terbukti dengan alamat yang tidak berkejauhan. Serta Losmen Hayani tempat ditemukannnya EE dan sejumlah barang bukti merupakan tempat persembunyian pelaku SO dan EE dalam menyusun rencana perampokan.

Optimis Pelaku Tertangkap
Di bagian lain Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Burhanudin Andi MH, geram bukan kepalang terkait aksi perampok tersebut. Ia pun telah menerjunkan beberapa tim khusus yang dimilikinya. Dalam kesempatan itu, mantan Wakapolda Banten itu, optimis dapat membekuk pelaku utama yang berjumlah 2 orang tersebut. Soalnya, sejauh ini baik identitas kedua pelaku yang merupakan residivis dalam kasus yang sama dan keberadaan pelaku sudah terdeteksi. Hanya saja, sejauh ini keberadaan pelaku sudah berlari dari dalam Kota Bengkulu dan tengah berada di daerah tetangga tersebut.” Kita optimis, kedua pelaku rampok sadis itu akan kita tangkap. Soalnya kita sudah mendeteksi keberadaanya,” ucap Puang, panggilan akrab Kapolda.

Istri Korban Direkrut
PT Pos Indonesia turut berbela sungkawa atas kematian korban Wawan Iriawan (27) yang mencoba menyelamatkan uang milik perusahaan. Di kediaman korban di Jalan Kuala Alam Rt 3 Lempuing Kota Bengkulu kini hanya tinggal anak laki-laki korban, Kiki yang baru berumur 1,5 tahun dan istrinya, Raida (24) yang merupakan ibu rumah tangga. Mendapati itu Kepala PT Pos Indonesia Wilayah Sumbagsel dan Babel, Yulianto, berencana merekrut istri korban sebagai karyawan PT Pos. “Santunan juga akan kita berikan setelah suasana berkabung selesai,” terangnya Ke depan kantor Pos akan menempatkan sejumlah kamera CCTV dan menggunakan jasa keamanan dari pihak kepolisian. “Kita baru saja mendapat restu daru PT Pos pusat untuk menggunkan jasa pengawalan serta memasang CCTV di sejumlah pos,” terangnya. Senada diungkapkan Kepala PT Pos Indonesia Cabang Bengkulu, Musnar, sejumlah karyawan memang mengalami trauma sejak kejadian berdarah tersebut. Namun dirinya mencoba memberikan pemahaman bagi para karyawan agar menjalankan aktivitas seperti biasa.”Pastinya kita akan melakukan pemasangan CCTV agar pengawasan semakin ketat. Kita juga tak ingin kejadian terulang kembali,” ucapnya.(160/333/111)