Identitas Kerangka Manusia Ditemukan di Hutan BU adalah Tomi

IST/BE
Temuan kerangka manusia sempat menghebohkan warga Desa Pematang Balam, karena diyakini kerangka tersebut merupakan kerangaka Tomi yang hilang secara misterius pada 25 Mei lalu.

ARGA MAKMUR,bengkuluekspress.com – Warga Desa Pematang Balam Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara (BU), Senin (30/8) lalu dihebohkan dengan penemuan kerangka manusia di kawasan hutan lindung Boven Lais register 41. Berdasarkan hasil identifikasi oleh Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polres BU diduga tulang belulang tersebut adalah Tomi warga desa Pematang Balam yang hilang secara misterius pada 25 Mei lalu. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres BU, AKBP Anton Setyo Hartanto SIk MH melalui Kanit Pidum Ipda Ahmad Nizar saat dikonfirmasi awak media, Selasa (31/8).
“Ya, diduga dari hasil identivikasi sementara kita, kerangka manusia yang ditemukan merupakan kerangka Tomi warga desa Pematang Balam yang hilang secara misterius pada 25 Mei lalu,”kata Ipda Nizar.

Dijelaskannnya, bahwa kerangka manusia tersebut pertama kali ditemukan oleh salah seorang warga yang sedang mencari rotan, pada Minggu (29/8) lalu. Setelah mendapatkan laporan pihaknya bersama pemerintah desa setempat dibantu warga pada Senin (30/8) menuju lokasi untuk mengevakuasi dan identifikasi temuan kerangka manusia tersebut. Dimana untuk menuju lokasi tersebut membutuhkan waktu 4 jam untuk mencapai lokasi ditemukan kerangka manusia tersebut.
“Awal penemuan kerangka manusia tersebut ditemukam oleh warga setempat yang sedang mencari rotan. Dan akhirnya kemarin (red (30/8)) kita melakukan evakuasi kerangka tersebut,”terangnya.

Lebih lanjut Ipda Nizar menuturkan, bahwa dugaan dari hasil identifikasi tulang belulang atau kerangka manusia tersebut merupakan Tomi remaja yang hilang sejak tiga bulan yang lalu, hal tersebut diperkuat dengan keterangan keluarga korban berdasarkan ciri-ciri Tomi serta pakaian yang ada dilokasi. Namun keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi pasalnya kerangka tersebut sesuai dengan ciri-ciri Tomi.
“Dugaan kerangka manusia tersebut adalah Tomi hal ini diperkuat dengan keterangan keluarga, dan kerangka tersebut sudah diambil pihak keluarga, namun keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi pasalnya kerangka tersebut sesuai dengan ciri-ciri Tomi. Selain itu, juga berdasarkan identifikasi kematian korban tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan, diduga korban meninggal akibat kelelahan pasalnya tomi memiliki riwayat epilepsi,”tukasnya.(127)