Ical, Capres Pertama 2014

BOGOR, BE – Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie resmi menjadi calon Presiden dari Partai Golkar. Aburizal menyatakan bersedia dicalonkan dalam Pemilihan Presiden yang digelar 2014 nanti. Kesediaan disampaikan Aburizal saat menerima pinangan 21 kader Golkar yang mewakili sejumlah unsur partai. Pimpinan rombongan, Sekretaris Jenderal Idrus Marham, menyatakan mereka datang mewakili seluruh DPD I Golkar yang membawa surat meminta Aburizal menjadi calon Presiden. Aburizal mengatakan, di saat Rapimnas II belum memutuskan menerima pinangan karena masih ingin melihat kerja kader membesarkan partai. “Sekarang elektabilitas Partai Golkar sudah nomor satu, popularitas saya juga terus naik,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di Vila Bakrie Tirta Nirwana, Kompleks Bogor Nirwana Residence, Bogor, kemarin. Keyakinan Ical bersedia dicalonkan setelah melihat semua dewan pimpinan daerah tingkat I Golkar membawa seluruh surat dari DPD tingkat II untuk mencalonkan dia. Ical juga melihat, semua mekanisme partai telah dipenuhi untuk proses pencalonan ini. “Saya mengucapkan bismillahirrahmanirahim. Saya menerima. Insya Allah, saya akan berjuang keras ke daerah-daerah dan meminta dukungan saudara-saudara semua di sini,” ujarnya. Ical mengingatkan, setelah dia resmi jadi capres, semua kader terus bekerja keras. “Kita harus kerja keras karena pemilu tidak dilakukan hari ini di mana partai Golkar nomor satu tapi kita akan bekerja keras terus sampai 2014,” ujarnya. Kemudian satu persatu dari 21 rombongan yang terdiri dari tokoh-tokoh Partai Golkar bergantian menandatangani surat penetapan. Selanjutnya mereka kembali ke arena Rapimnas untuk menetapkan secara resmi di arena Rapimnas. Di arena Rapimnas, Aburizal lalu menyampaikan acceptance speech. “Dengan tekad yang bulat, dukungan dari saudara, saya menyatakan secara resmi dan terbuka, menerima pencalonan ini,” kata Aburizal.

Strategi Golkar
Ical tak main-main untuk memastikan pencalonannya. Sempat muncul wacana calon presiden dari Golkar ditetapkan melalui jalur konvensi, namun Golkar telah terikat dengan keputusan Rapat Pimpinan Nasional II di 2011 lalu, yang menyatakan calon presiden harus ditetapkan di Rapimnas berikutnya yang paling lambat digelar pada Juni 2012. Penetapan calon presiden jauh-jauh hari ini, kata Aburizal, memberikan keuntungan pada Golkar. “Penetapan capres yang ditentukan setelah Pemilu, saya anggap sangat terlambat karena tidak ada waktu untuk mengatur strategi, sebaik apapun itu,” kata Aburizal Bakrie saat pidato pengarahan dan membuka Rapimnas III Partai Golkar, di Hotel Aston, Bogor. Terlambat, kata Aburizal, karena jarak antara Pemilu dan Pemilihan Presiden terlalu dekat sehingga tidak ada waktu bagi calon presiden untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas. Selain itu Ical, sapaan Aburizal, juga mengatakan masalah soliditas internal juga menjadi ganjalan. “Memudarnya semangat dan soliditas partai karena banyak skenario politik yang ada,” kata Ical. Situasi itu kemudian menyebabkan proses politik yang terjadi tidak produktif, karena terbelenggu skenario politik dan sebagainya. Kegiatan yang harusnya produktif menjadi kontraproduktif. Ical menginginkan hal ini tidak terulang kembali nanti. “Kita tidak ingin konsentrasi kita terganggu, kita tidak ingin soliditas kita terganggu, dan kita tidak ingin telat memutuskan capres,” kata Aburizal. Dengan ditetapkannya capres saat ini, kata Ical, ada sekitar 18 bulan yang dimiliki Partai Golkar sebelum pilpres. “Tidak panjang dan tidak pendek untuk persiapan memenangkan pilpres 2014,” ujarnya.

Survei Menentukan

Ical boleh berusaha tapi survei yang akan menentukan”. Adagium itu mungkin cocok bila dikaitkan dengan pencalonan Ketua Umum Partai Golkar, Abu Rizal Bakrie (Ical) sebagai Cawapres dari Partai Golkar. Maklum saja, sedari jauh-jauh hari sudah santer terdengar bahwa dukungan Golkar terhadap Ical tak lepas dari peningkatan popularitasnya dalam sejumlah survei. “Survei menjadi salah satu patokan Golkar dalam menentukan Capres,” kata Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat, Akbar Tandjung, di sela Rampimnas ke-III Partai Golkar, Jum’at, di Bogor. Akbar mengatakan tak ada yang pasti dalam politik. Angin dukungan bisa berhembus kemana saja sejalan dengan dinamika masyarakat dan kepartaian. Untuk itu penting bagi Partai Golkar untuk terus menjaga trend popularitas Ical di masyarakat. Dikatakan Akbar, hingga saat ini belum ada perbedaan pendapat di antara 33 pengurus DPD 1 Golkar terkait pencalonan Ical sebagai Capres. Seluruh kader berada dalam posisi satu suara. “Mendukung pencalonan Pak Abu Rizal Bakrie,” ujar Akbar. Menurut Akbar, bila dalam perjalanan ke depan popularitas Ical melorot, Dewan Pertimbangan akan memberikan pandangannya terkait posisi pencapresan Ical. Namun Akbar enggan menegaskan kemungkinan hadirnya calon lain di luar Golkar bila hal itu nyata terjadi. “Kalau ada tanda-tanda penurunan harus segera dicari penyebab dan solusinya,” kata Akbar.(**)