Ibu Asmawati Serukan Ajakan Mendaftar Program Jkn-Kis

Curup, Jamkesnews – Sebuah pepatah kuno berkata bahwa kesehatan selalu tampak berharga setelah kita kehilangannya. Apabila seseorang sedang dalam keadaan sehat, maka pepatah ini akan dianggap sebagai kalimat biasa, namun ketika pepatah ini disampaikan kepada seseorang yang sedang dalam keadaan sakit maupun dalam masa perawatan, maka dia setuju akan kebenaran pepatah ini.

Asmawati (52), salah seorang dari jutaan jiwa peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan yang merasa sangat terbantu dengan adanya Program JKN-KIS ini.

“Saya percaya pemerintah masih baik sama masyarakatnya. Buktinya saya dan semua anggota keluarga saya masih diberikan perlindungan jaminan kesehatan, bahkan tanpa harus membayar iuran setiap bulannya,” ujarnya (26/10).

Wanita yang akrab disapa dengan Ibu As ini merupakan peserta dari sektor peserta Penerima  Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Rejang Lebong.

“Dulu sempat menjadi tanggungan dari perusahaan tempat suami bekerja, tetapi sejak tidak bekerja lagi kami didaftarkan menjadi peserta PBI. Alhamdulillah bisa langsung dialihkan kepesertaannya. Jadi kami tetap terlindung jaminan kesehatannya,” ujarnya.

Sehari-harinya As bekerja sebagai pedagang makanan di rumahnya yang terletak di Kota Curup Kabupaten Rejang Lebong.

“Berjualan makanan di rumah seperti ini tidak ada nominal pasti pendapatan setiap harinya. Kalau sedang ramai Alhamdulillah dapatnya banyak, kadang juga tidak terlalu ramai ya Alhamdulillah juga. Harus tetap bersyukur,” ujarnya.

Lebih lanjut As menceritakan bahwa dia menikmati pelayanan kesehatan melalui Program JKN-KIS.

“Kalau untuk sakit-sakit yang berat, Alhamdulillah belum pernah dan semoga jangan ya. Tapi sudah beberapa kali ke Puskesmas Curup untuk penyakit-penyakit yang ringan. Mudah sekali menggunakannya, hanya tinggal ditunjukkan saja kartunya bisa langsung dilayani, tidak perlu mengurus administrasi yang ribet-ribet,” tambahnya.

As juga tidak lupa mengajak masyarakat untuk ikut mendaftar bagi yang belum terdaftar dan juga mengajak untuk tetap rutin membayar iuran setiap bulannya.

“Kalau untuk saya pribadi, bersyukur bisa ditanggung sama pemerintah iurannya. Tapi saran saya kalau belum terdaftar, ayo segera mendaftar. Karena kita tidak pernah tahu kapan kita akan sakit. Sebelum terlambat harus membayar secara umum dan biayanya mahal, lebih baik daftar menjadi peserta mandiri saja dan jangan lupa membayar iurannya secara rutin ya,” ujarnya sambil tersenyum. (RW/ds)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*