IAIN Bengkulu Gelar Seminar Islam dan Kepesantrenan

IAIN_seminarislamBENGKULU BE,- Pesantren Mahasiswa Ma’had Al-Jami’ah IAIN Bengkulu kemarin (08/11) menggelar seminar yang mengangkat tema tentang Islam dan kepesantrenan. Acara ini digelar selama dua hari di hotel Grage Horizon Bengkulu. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan secara menyeluruh tentang Ma’had Al-Jami’ah IAIN Bengkulu kepada mahasiswa, masyarakat, maupun dosen yang belum mendengar info tentang Ma’had Al-Jami’ah secara baik. Kegiatan ini sekaligus untuk mencari format-format baru yang betul-betul bagus yang sesuai dan membumi, agar dapat dilaksanakan secara baik sehingga bisa menjadi sistem yang mengatur Ma’had Al-Jami’ah ke depan.

Kepada bengkuluekspress.com, Drs. H. M. Nasron, M.Pd.i selaku Pimpinan Ma’ahad IAIN Bengkul kemarin (9/11) mengatakan “bahwasanya perlu bersama-sama membangun kampus IAIN tidak hanya dari segi fisik saja tetapi dari segi kemampuan orang-orang yang ada di dalamnya juga, yakni kesadaran, motivasi dan semangat untuk belajar, itu harus di bangun semuanya, intinya kebersamaan yang diharapkan. Satu sisi Ma’ahad atau yang juga disebut pesantren kampus ini, merupakan unsur penunjang pendidikan di lingkungan IAIN Bengkulu yang bersifat komplementer.”

“Melalui seminar ini, kita ingin melihat apakah pesantren dan ajaran-ajaran Islam yang ada didalamnya masih eksis ditengah masyarakat,” imbuh Nasron.

Nasron mengungkapkan “ada satu kendala besar untuk mengembangkan pesantren kampus atau Ma’ahad ini. Terkendala gedung tempat penampungan dan tempat proses belajar di Ma’ahad ini membuat Ma’ahad untuk membatasi penerimaan santri. Hal ini sangat disayangkan mengingat pentingnya pembelajaran di Ma’ahad bagi mahasiswa untuk menggali lagi tentang ilmu keislaman.”

“Untuk saat ini kita hanya bisa menampung 50 santri, dan mereka setiap tahunnya harus bergantian. Kita menerima peserta Ma’ahad setiap tahunnya, mereka hanya mendapat pendidikan disini selama setahun. Hal ini tentunya belum terlalu mendalami bagi santri Ma’ahad ini, ini membuat mereka belajar tanggung-tanggung” kata Nasron.

Nasron mengharapkan agar pemerintah ikut memperhatikan ini. Dirinya meminta agar pemerintah provinsi bengkulu untuk secepatnya menyerahkan lahan IAIN Bengkulu yang sekarang gedung STQ. Hal ini agar segala pembangunan yang bersifat IAIN ingin maju secepatnya pula terlaksanakan. Nasron menilai pemerintah tebang pilih dalam membangun perguruan tinggi negeri. Menurutnya Universitas Bengkulu mendapatkan program pembangunan Gedung setiap tahunnya, sedangkan IAIN yang juga merupakan perguruan tinggi Negeri merasa diperhambat pembangunannya.

“Kita sangat berharap sekali campur tangan pemerintah. Hal ini demi kemajuan IAIN juga dan demi berjalannya pendidikan Islam di Provinsi Bengkulu ini. Kami meminta pemerintah untuk bersifat adil, dan jika lahan kami dikembalikan segala urusan yang ada di IAIN akan segera berjalan” tutup Nasron (Ans).