Hutan Konak Tempat Bolos

Hutan Konak
Doni/Bengkulu Ekspress
TONGKRONGAN PELAJAR: Kondisi pondokan yang sudah ditutupi rumput liar membuat aktivitas orang-orang didalam pondokan tak dapat terpantau. Pondokan tersebut diduga digunakan para pelajar untuk nongkrong, bahkan terindikasi para pelajar sering bolos untuk kumpul di kawasan Hutan Konak tersebut.

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Rimbunnya kawasan Hutan Konak di Kelurahan Pasar Ujung Kecamatan Kepahiang dijadikan tempat nongkrong atau kumpul-kumpul bagi pelajar SMP dan SMA yang tengah membolos atau tak masuk sekolah.

Lin (45), pekerja proyek pembangunan joging track di kawasan Hutan Konak menceritakan, hampir setiap hari dirinya melihat para pelajar asyik merokok di pondokan di tengah hutan Konak tersebut.

“Setiap hari ada aja yang datang, biasanya jam pelajaran mereka sudah duduk di situ,” ujar Lin, sembari menunjuk salah satu pondokan yang berada di tengah hutan Konak itu.

Menurutnya, perlu adanya pengawasan dari petugas terkait mengenai aktifitas para pelajar ditengah hutan yang rimbun. Terlebih kondisi pondokan yang dijadikan tempat nongkrong tersebut sudah tertutup dengan rimbunnya rerumputan. Sehingga aktivitas didalam pondokan tidak bisa dipantau secara langsung.

“Kita tidak tahu apakah didalam pondokan itu mereka minum-minuman atau tidak, karena kami di sini hanya pekerja jadi tak berani untuk menegur,” tuturnya.



Pengamatan BE di lapangan, Sabtu (8/9) siang kondisi didalam hutan cukup ramai dari para pelajar ada yang masih menggunakan seragam pramuka lengkap dan ada juga yang sudah menggunakan pakai biasa. Mereka bermain baik ayunan dari pohon kayu yang tumbang. Ketika didekati para pelajar tersebut membubarkan diri, bahkan menghindar saat mengetahui adanya kamera di tangan wartawan.

Dikawasan Hutan Konak saat ini sudah bangun jogging trak kegiatan sarana dan prasarana KPH dan RHL, Program perlindungan dan konservasi sumber daya hutan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu. Jalan sepanjang 250 meter dengan lebar 2,5 meter dikerjakan sejak 25 Juni lalu dengan menelan anggaran Rp 99.850.000. (320)